Menag Minta Menu Sarapan Jemaah Ditambah Bubur Kacang Hijau By BeritaSatu.
Menag Minta Menu Sarapan Jemaah Ditambah Bubur Kacang Hijau
:extract_focal()/https%3A%2F%2Fimg2.beritasatu.com%2Fcache%2Fberitasatu%2F960x620-3%2F2023%2F06%2F1687217274-1280x895.webp)
Makkah, Beritasatu.com - Konsumsi dengan cita rasa Nusantara mendapat apresiasi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Namun, tidak semua bisa menikmati, terutama jemaah lanjut usia (lansia) . Mereka kesulitan mengunyah, terutama makanan bertekstur keras.
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengaku mendapat laporan soal itu. Dia pun memerintahkan jajarannya agar menyiapkan makanan alternatif yang lebih lembut agar bisa dimakan para lansia. Apalagi jelang puncak haji, makanan sangat dibutuhkan agar stamina terjaga.
"Karena saya dengar lansia ini makanannya tidak cocok dengan kondisi fisik, sudah tidak bisa tergigit. Karena jemaah lansia sebagian sudah gak ada giginya," kata Yaqut di Kantor Urusan Haji Indonesia, Daker Makkah, Senin (19/6/2023) malam.
Yaqut menyebut alternatif pengganti nasi dari katering adalah bubur yang bisa disiapkan di masing-masing penginapan. Beberapa hotel sudah menyediakan rice cooker yang dipakai untuk membuat nasi khusus lansia yang lebih lembut.
"Kita tahu karakter di Arab Saudi itu nasinya panjang-panjang, keras-keras," ujar pria yang akrab disapa Gus Men.
Kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latif, Yaqut sudah memerintahkan agar disediakan bubur kacang hijau untuk para jemaah, dan dalam waktu secepatnya akan tersedia.
"Sudah ada beberapa perusahaan yang siap untuk menyediakan bubur kacang hijau. Kalau mungkin, besok bisa dilakukan. Setidaknya dalam dua hari ke depan," ujarnya.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini