0
News
    Update Haji
    Home Featured Haji Pilihan

    663 Jemaah Haji Dipulangkan Lebih Awal karena Sakit By BeritaSatu

    3 min read

     

    663 Jemaah Haji Dipulangkan Lebih Awal karena Sakit

    By BeritaSatu.com
    beritasatu.com
    June 26, 2023
    Kepulangan jemaah haji Indonesia.
    Kepulangan jemaah haji Indonesia.

    Jeddah, Beritasatu.com- Jemaah haji yang ditanazulkan atau dipulangkan lebih cepat ke Indonesia sebanyak 663 orang sejak awal kedatangan 24 Mei 2023 hingga Kamis (13/7/2023). Jumlah tersebut terdiri dari jemaah yang sudah diterbangkan ke Tanah Air maupun yang masih menunggu untuk dipulangkan.

    "Kita fokus bagaimana mengisi seat (kursi pesawat) yang kosong, baik karena (jemaah sebelumnya) meninggal dunia atau saat kedatangan ada beberapa kursi pesawat yang tidak terisi," ujar Direktur Bina Haji Kementerian Agama Arsad (Kemenag) Hidayat di Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah, Arab Saudi, Jumat (14/7/2023).

    Dengan cara tersebut, jelas Arsad, diharapkan dapat membantu mempercepat pemulangan jemaah-jemaah haji lanjut usia (lansia). "Ini konsen kita karena tahun ini kita mengusung tema Haji Ramah Lansia," lanjutnya.

    Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Keberangkatan (Yanpul) Daerah Kerja (Daker) Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Sri Darfatihati mengatakan keputusan seorang jemaah ditanazulkan atau tidak merupakan wewenang Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), yang akan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, baik Garuda Indonesia maupun Saudi Airlines.

    "Syaratnya harus ada medical record, dokter KKHI menghubungi dokter maskapai, kemudian KKHI berkoordinasi dengan Yanpul (bandara) untuk tanazul," ujar Sri.

    Untuk tanazul, lanjutnya, harus satu maskapai. Misal waktu berangkat jemaah haji tersebut menggunakan pesawat Garuda, maka saat ditanazulkan (pulang lebih cepat) juga harus menggunakan pesawat Garuda.

    Sejauh ini, kata Sri, paling banyak tanazul dalam 1 penerbangan hingga 7 orang. "Sebagian besar karena sakit," ucapnya.

    Untuk seleksi jemaah yang akan ditanazulkan, KKHI Daker Madinah menggelar Medical Check Up (MCU) bagi jemaah haji risiko tinggi (risti). Langkah ini untuk menekan angka kesakitan dan kematian jemaah haji gelombang kedua, yang sudah bertolak ke Madinah untuk melaksanakan ibadah Arbain dari Makkah.

    Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) sebelumnya telah menyeleksi jemaah haji risti yang akan menjalani MCU. Seleksi ini sudah dilakukan setiap hari melalui pemeriksaan rutin yang dilaksanakan di kloter.

    Melalui MCU ini, jemaah haji menjalani pemeriksaan seperti pengukuran tekanan darah, pengukuran EKG, dan pengukuran kimia darah. Ada juga pelayanan lain seperti poli jantung, paru, penyakit dalam, dan psikiatri. Selanjutnya hasil pemeriksaan akan diberikan rekomendasi oleh dokter spesialis di KKHI.

    Koper Jemaah Wafat
    Untuk jemaah haji yang meninggal dunia di Arab Saudi, Arsad mengatakan, barang-barang atau kopernya tetap dibawa pulang ke Tanah Air. Koper-koper itu diangkut oleh maskapai penerbangan yang satu embarkasi dengan jemaah wafat tersebut.

    "Untuk koper jemaah yang wafat akan dibawa oleh maskapai. Semaksimal mungkin dibawa dengan pesawat satu embarkasi, meskipun tidak satu kloter," jelasnya.

    Koper tersebut selanjutnya diserahkan kepada keluarga jemaah haji yang wafat. "Saya kira itu salah satu upaya kita bagaimana barang-barang jemaah tetap bisa dikembalikan ke keluarganya," ucap Arsad.

    Saksikan live streaming program-program BTV di sini

    Komentar
    Additional JS