0
News
    Update Haji
    Home Featured Haji Madinah Pilihan

    Ini 3 Alasan Jumlah Jemaah Haji Tersesat di Madinah Jauh Berkurang By BeritaSatu

    2 min read

     

    Ini 3 Alasan Jumlah Jemaah Haji Tersesat di Madinah Jauh Berkurang

    By BeritaSatu.com
    beritasatu.com
    June 26, 2023
    Jemaah haji Indonesia di Madinah.
    Jemaah haji Indonesia di Madinah.

    Madinah, Beritasatu. com - Jumlah jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang tersesat di Madinah berkurang dibandingkan jemaah gelombang pertama. Jemaah sudah melakukan orientasi lebih matang dan pengalaman saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).

    "Jemaah tersesat atau terpisah rombongan sudah jauh lebih berkurang daripada gelombang pertama," kata Kepala Sektor Khusus (Kaseksus) Masjid Nabawi Daerah Kerja (Daker) Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Jasaruddin, di Madinah, Sabtu (15/7/2023).

    Jasaruddin menyebut, ada tiga hal yang menyebabkan jemaah tersesat berkurang. Pertama, jemaah gelombang kedua ada yang sakit dan meninggal dunia.

    Kedua, jemaah Indonesia ini sudah terlatih selama puncak haji Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Dengan adanya pengalaman ini, kata Jasaruddin, mereka sudah mempersiapkan diri saat berada di Madinah.

    Ketiga, dari sisi psikologis jemaah gelombang pertama dan kedua berbeda. Jemaah gelombang pertama memiliki semangat tinggi bahwa ternyata masih ada kegiatan yang lebih daripada ibadah Arbain di Masjid Nabawi yakni puncak haji di Armina.

    "Sementara gelombang kedua ini secara psikis sudah menyandang haji, maka bagaimana agar supaya mereka cepat pulang dengan adanya gelar status sosial tadi," ujarnya.

    Meski demikian, pihaknya tidak menyurutkan pengawasan terhadap jemaah haji di Masjid Nabawi. Apalagi, puncak jemaah haji Indonesia di Madinah diprediksi terjadi pada pekan depan.

    "Prediksi puncak jemaah haji kemungkinan minggu depan. Walaupun jemaah haji kita padat, di sisi lain juga jemaah dari negara lain juga berangsur-angsur akan kembali ke negaranya masing-masing sehingga kepadatan itu maka insyaallah akan tereliminisir karena negara lain juga akan pulang," katanya.

    Jasaruddin mengakui, bila dibandingkan gelombang pertama, ada beberapa hal berbeda dalam menangani jemaah haji gelombang kedua. Di antaranya, penyediaan kursi roda, pos jaga dan sebagainya.

    "Kita difasilitasi dengan kursi roda oleh pengurus Masjid Nabawi. Kita ada lima pos, setiap pos difasilitasi kursi roda. Kemudian kita difasilitasi pos-pos, kalau gelombang pertama masih sering diusir-usir," ujarnya.

    Disinggung soal penerbitan tasreh masuk Raudhah untuk jemaah haji, kata Jasaruddin, semua masih berjalan lancar.

    "Tasreh lancar. Hanya karena input awal sistem ini terkadang ada kendala. Di sisi lain jemaah juga tetap menuntut haknya untuk masuk ke Raudhah, kita akan tetapi fasilitasi dengan mengikutkan jemaah tersebut ke kloter lain yang masuk ke Raudhah dengan tidak mengurangi hak jemaah yang bersangkutan," ucapnya.

    Saksikan live streaming program-program BTV di sini

    Komentar
    Additional JS