Gus Baha Ulas Konsep Ibadah I'tikaf yang Baik | NU Online Jatim

Pacitan, NU Online Jatim
Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengatakan, i'tikaf merupakan ibadah yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadhan. Namun, tidak semua orang harus melaksanakan i'tikaf dengan mengabaikan peran sosialnya.
Menurutnya, jika semua orang hanya berdiam di masjid untuk beribadah, maka akan banyak hal dalam kehidupan sosial yang terabaikan. Dalam sistem sosial, manusia memiliki peran yang berbeda-beda dan saling membutuhkan.
"Jika semua orang saleh hanya berdiam di masjid, maka yang akan terjadi adalah banyaknya korban dalam kehidupan karena tidak ada yang siap menolong dalam keadaan darurat," ujarnya yang dikutip dari video di kanal YouTube Mauidhoh Hasanah Channel, Senin (24/03/2025).
Pihaknya menyebut, hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara ibadah di masjid dan peran sosial di masyarakat. Ia mencontohkan, jika ada orang yang sakit dan membutuhkan pertolongan, maka ada orang yang harus berperan sebagai dokter atau perawat.
"Kalau semua orang i'tikaf, lalu siapa yang akan menolong orang sakit? Siapa yang akan mengurus jenazah? Siapa yang akan menjaga keamanan?," tanya Gus Baha.
Gus Baha mengajak umat Islam untuk memahami bahwa ibadah tidak hanya dilakukan di masjid, tetapi juga dalam bentuk menjalankan peran sosial dengan baik. Setiap peran yang dijalankan dengan ikhlas dan niat ibadah, akan bernilai pahala di sisi Allah SWT.
"Jangan sampai kita hanya fokus pada ibadah ritual di masjid, tetapi melupakan tanggung jawab kita sebagai bagian dari masyarakat," ungkapnya.
Gus Baha menambahkan, Rasulullah SAW juga tidak melarang orang untuk bekerja atau beraktivitas di luar masjid, selama tidak melupakan kewajiban ibadah. Oleh karena itu, umat Islam harus memahami bahwa i'tikaf adalah ibadah yang baik, tetapi tidak harus dilakukan oleh semua orang tanpa terkecuali.
“Penting untuk menjaga keseimbangan antara ibadah di masjid dan peran sosial di masyarakat. Nabi Muhammad SAW tidak melarang orang untuk bekerja mencari nafkah selama tidak melupakan shalat dan kewajiban lainnya," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar