0
News
    Home Berita Fatayat NU Featured Spesial Trenggalek

    Fatayat NU Trenggalek Perkuat Akidah Aswaja melalui Kajian Lensa Literasi - NU Online

    3 min read

     

    Fatayat NU Trenggalek Perkuat Akidah Aswaja melalui Kajian Lensa Literasi

    Trenggalek, NU Online Jatim

    Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Trenggalek menggelar kajian rutin bertajuk 'Kajian Rutin Lensa: Literasi Perempuan Aswaja An-Nahdliyah. Literasi Perempuan NU: Menjaga Sanad Keilmuan, Menjaga Tantangan Abad ke Dua'. Dalam rangka memperingati 1 Abad NU versi Masehi, kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustafa yang dipusatkan di Pondok Pesantren Qomarul Hidayah Tugu Trenggalek.


    Ketua PC Fatayat NU Trenggalek, Ning Idamatul Khoiriyah mengatakan, agenda ini merupakan upaya konsisten organisasi dalam memperkuat ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di kalangan perempuan Nahdliyin.


    "Kita memiliki kajian rutin lensa literasi perempuan Aswaja An-Nahdliyah yang menghadirkan anggota Fatayat NU se-Kabupaten Trenggalek. Fokus utamanya adalah penguatan Aswaja," ujarnya usai acara, Senin (26/01/2026).


    Menurutnya, kehadiran KH Zulfa Mustafa diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para kader untuk memperdalam akidah. Selain anggota Fatayat, acara spesial ini juga melibatkan perwakilan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU dan jajaran pengurus PC Muslimat NU se-Kabupaten Trenggalek.


    Dalam tausiahnya, KH Zulfa Mustafa menekankan peran krusial perempuan sebagai madrasatul ula atau sekolah pertama bagi anak-anak. Menanggapi hal tersebut, Ning Idamatul menegaskan penanaman nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah harus dimulai sejak dini di lingkungan keluarga.


    "Penanaman Aswaja An-Nahdliyah itu bisa dilakukan sejak dini oleh ibu-ibu, yang dalam hal ini adalah anggota Fatayat dan Muslimat NU," terangnya.


    Antusiasme jamaah terlihat sangat tinggi. Ning Idamatul menyebutkan bahwa jumlah peserta yang hadir mencapai kurang lebih 1.000 orang. Mereka memadati area kegiatan untuk menyimak materi literasi dan penguatan akidah tersebut.


    Mengenai waktu pelaksanaan, Ning Ida menjelaskan, kajian ini sebenarnya dijadwalkan secara rutin setiap 28 hari sekali, tepatnya pada Ahad Wage. Akan tetapi, khusus untuk agenda kali ini pihak panitia melakukan penyesuaian jadwal.


    "Sebenarnya ini rutin setiap 28 hari sekali pada Ahad Wage. Namun, karena Kiai Zulfa baru bisa hadir pada hari Senin ini, maka kegiatan kami geser," pungkasnya.


    Komentar
    Additional JS