0
News
    Home Berita Featured Nahdhatul Ulama RSNU Spesial

    Gus Kikin Ingatkan Pengurus NU Tak Campuri Teknis RSNU: Biar Diurus Manajemen - NU Online

    3 min read

     

    Gus Kikin Ingatkan Pengurus NU Tak Campuri Teknis RSNU: Biar Diurus Manajemen

    Pasuruan, NU Online Jatim

    Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), mengingatkan agar pengurus NU tidak terlalu jauh mencampuri kebijakan teknis Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Pasuruan yang menjadi kewenangan direksi dan manajemen profesional.

     

    “Biarlah direktur rumah sakit dan jajaran manajemen yang memutuskan kebijakan operasional. Ini amanah yang membutuhkan keahlian, jangan sampai rancu antara urusan organisasi dan urusan profesional,” ujarnya saat peresmian RSNU Pasuruan di Jalan Raya Kranggan Kecamatan Kejayaan, Senin (26/01/2026).

     

    Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang itu berbagi pengalaman tentang sejumlah rumah sakit di Jawa Timur yang sempat mengalami kerugian akibat tata kelola yang tidak profesional. Namun, setelah sistem keuangan dan manajemen dibenahi, rumah sakit tersebut kembali berkembang dengan baik.

     

    “Pengurus NU jangan ikut campur urusan teknis rumah sakit. Serahkan kepada manajemennya, dan prinsip ini harus terus dijaga,” tegasnya.

     

    Gus Kikin menyebut peresmian RSNU Pasuruan sebagai momentum istimewa yang sarat makna historis. “Ini termasuk angka-angka keramat. Tanggal, bulan, dan tahun peresmian RSNU Pasuruan sangat istimewa. Mudah-mudahan menjadi hadiah bagi Hari Lahir NU yang ke-100,” ungkapnya.

     

    Ia berharap kehadiran RSNU Pasuruan membawa manfaat besar bagi masyarakat, khususnya warga Pasuruan, serta dilancarkan Allah SWT dalam seluruh proses operasionalnya.

     

    Gus Kikin juga mengaku telah lama menantikan berdirinya rumah sakit NU di Pasuruan. Ia bersyukur karena RSNU kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

     

    “Alhamdulillah, saya melihat jodohnya sudah ada. Ibu Gubernur juga memberikan perhatian, begitu pula seluruh masyarakat yang telah berkontribusi,” ujarnya.

     

    Gus Kikin kembali menegaskan bahwa rumah sakit merupakan bidang yang membutuhkan keahlian khusus, baik dari sisi medis, teknologi, maupun manajemen.

     

    “Rumah sakit itu butuh ilmu-ilmu khusus. Peralatan medis sekarang sangat canggih, karena itu pengelolaannya harus diserahkan kepada ahlinya,” katanya.

     

    Menurutnya, Jawa Timur dengan jumlah penduduk lebih dari 42 juta jiwa memiliki potensi besar dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis NU. Dengan pengelolaan yang baik, rumah sakit NU dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan yang kuat dan berkelanjutan.

     

    “Pasarnya jelas, yaitu pelayanan kepada masyarakat. Jika pelayanannya baik, insyaallah rumah sakit NU akan maju dengan cepat,” jelasnya.

     

    Ia berharap RSNU Pasuruan dapat menjadi sarana pemersatu warga NU, tidak hanya di Pasuruan, tetapi juga di daerah lain di Jawa Timur. “Ini salah satu sarana untuk mempersatukan warga NU. Semoga RSNU Pasuruan berjalan lancar dan terus berkembang,” pungkasnya.


    Komentar
    Additional JS