Arsitektur Religius Terintegrasi Kampus 3 UIN Catat Rekor MURI - Radar Batu
BATU - Kawasan pendidikan berbasis arsitektur religius terintegrasi, Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang merancang kawasan kampus berbentuk lafaz Bismillahirrahmanirrahim. Piagam rekor MURI diserahkan secara simbolis kepada Menteri Agama RI Nasaruddin Umar pada Minggu (8/2) lalu.
Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan peletakan batu pertama pembangunan Edu Park di Kampus III yang berlokasi di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. Kegiatan dihadiri sivitas akademika, mulai dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Rektor UIN Maliki Malang Ilfi Nur Diana menjelaskan Kampus III dirancang sebagai kawasan peradaban Islam yang memadukan nilai spiritual, intelektual, dan keberlanjutan lingkungan. Kawasan seluas 120 hektare itu mengusung konsep arsitektur religius berskala kawasan yang terintegrasi.
Pengembangan kawasan dibagi menjadi tiga zona tematik, yakni Ar-Rahim, Ar-Rahman, dan Bismillah. Masing-masing zona menempati sekitar 33 hektare dengan total pengembangan 99 hektare. Sekitar 20 hektare sisanya dialokasikan khusus untuk penguatan ekologi dan restorasi lingkungan.
Zona Ar-Rahim yang telah terbangun terdiri dari lima gedung fakultas yang jika dilihat dari udara membentuk lafaz tersebut. Lima bangunan itu meliputi Fakultas Kedokteran dan Farmasi, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, Fakultas Humaniora, serta Data Center. “Fasilitas pendukung lain seperti Mahad Putra, Mahad Putri, dan Islamic Tutorial Center juga telah berdiri di kawasan tersebut,” ujarnya.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Malang Basri Zain menyebut capaian rekor MURI merupakan hasil proses panjang lintas kepemimpinan. Gagasan awal muncul sejak masa Imam Suprayogo ketika kampus masih berstatus STAIN. Kemudian, dilanjutkan pengembangan desain pada masa Mudjia Rahardjo.
Lalu, penguatan kebijakan dilakukan Abd. Haris. Akhirnya, pembangunan fisik dimulai pada era M. Zainuddin sekitar 2020 dan berlanjut pada kepemimpinan saat ini. Pembangunan Kampus III didukung pendanaan Saudi Fund for Development dengan nilai hampir Rp1 triliun. “Kawasan ini juga mengembangkan hutan kampus seluas sekitar 20 hektare yang telah ditanami sekitar 4.500 pohon sebagai bagian dari komitmen ekologis,” ungkapnya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi perkembangan UIN Malang yang dinilai konsisten menunjukkan kemajuan. Menurutnya, kampus tersebut memiliki potensi besar menjadi pusat lahirnya ilmuwan Muslim kelas dunia bahkan peraih nobel apabila mampu memaksimalkan riset dan kualitas akademik.
Namun, ia mengingatkan tantangan utama bukan hanya pembangunan fisik, melainkan menjaga kualitas akademik dan tata kelola agar kampus benar-benar memberi keberkahan bagi masyarakat. Rekor MURI ini menegaskan posisi UIN Malang sebagai kampus pertama di Indonesia dengan konsep arsitektur religius berskala kawasan yang terintegrasi. (Wanasa Ahmad/ori/dre)