0
News
    Home Berita Featured Pendidikan Pendidikan Tinggi Spesial UIN Malang UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

    Cetak Sejarah! Kampus UIN Maliki Malang Berbentuk Lafaz Basmalah Raih Rekor MURI - Inilah

    8 min read

     

    Cetak Sejarah! Kampus UIN Maliki Malang Berbentuk Lafaz Basmalah Raih Rekor MURI


    Desain kawasan kampus 3 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang membentuk lafaz basmalah meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).(Foto: Doc. UIN Maliki)

    Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang kembali menegaskan identitasnya sebagai kampus Islam yang tak hanya membangun ruang akademik, tetapi juga merawat makna.

    Melalui Ground Breaking Pembangunan Edupark Kawasan Ar-Rahim, UIN Maliki resmi mencatatkan namanya dalam sejarah nasional dengan meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas desain kawasan kampus yang membentuk lafaz basmalah 'Bismillahirrahmanirrahim.'

    Penghargaan prestisius tersebut diserahkan bertepatan dengan dimulainya pembangunan Edupark Kampus 3 UIN Maliki di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026), dikutip inilah.com dari laman resmi UIN Maliki Malang.

    Momentum tersebut sekaligus menandai babak baru pembangunan infrastruktur pendidikan Islam yang sarat simbol spiritual dan visi peradaban.

    Rekor MURI diberikan atas pembangunan tiga gedung utama kampus yang secara utuh membentuk lafaz basmalah jika dilihat dari udara.

    Capaian tersebut menjadikan UIN Maliki Malang sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang mengusung konsep arsitektur religius berskala kawasan dan terintegrasi secara menyeluruh.

    Penganugerahan tersebut dinilai bukan sekadar prestasi desain, melainkan simbol komitmen UIN Maliki dalam memperkuat fondasi pendidikan tinggi Islam yang berpijak pada integrasi nilai keislaman, keilmuan, dan pembangunan peradaban.

    Acara yang digelar di Kampus 3 UIN Maliki Batu, Jawa Timur, ini dihadiri seluruh jajaran pimpinan, tenaga pendidik, kependidikan, serta mahasiswa.

    Ground breaking sekaligus peresmian kegiatan dilakukan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., yang untuk kedua kalinya mengunjungi kawasan kampus tersebut.

    Kampus Berlafaz Bismillah, Arsitektur Bernilai Ibadah

    Penampakan Gedung Kampus Ar-Rahim di Kampus 3 UIN Maliki Malang.(Foto: Doc. UIN Maliki)

    Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., dalam sambutannya menjelaskan, setiap bangunan dalam kawasan Ar-Rahim memiliki fungsi strategis sekaligus makna filosofis.

    Tata letak gedung yang membentuk lafaz Bismillah dimaknai sebagai doa kolektif agar seluruh aktivitas akademik senantiasa berada dalam naungan nilai ilahiah.

    Penghargaan MURI tersebut semakin mengukuhkan posisi UIN Maliki Malang sebagai kampus yang menjadikan arsitektur bukan sekadar ruang fisik, melainkan medium dakwah dan peradaban.

    Apresiasi atas capaian ini juga disampaikan langsung oleh Menteri Agama RI. Dalam sambutannya, Prof. Nasaruddin Umar menekankan,membangun kampus tidak berhenti pada mendirikan gedung semata.

    “Membangun merupakan hal yang relatif mudah. Namun tantangan yang lebih besar adalah merawat dan menjaga kualitasnya,” tuturnya dalam siaran pers UIN Maliki dikutip inilah.com, Selasa (10//2/2026).

    Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga harmoni sosial dan lingkungan sekitar kampus.

    “Agar senantiasa kampus ini membawa ruang keberkahan. Karena berkah sesungguhnya adalah berkah langit dan bumi,” ujarnya.

    Menjelang akhir sambutan, Menag menegaskan optimisme terhadap masa depan Indonesia sebagai pusat kajian Islam dunia. Dengan jumlah penduduk Muslim yang besar dan stabilitas ekonomi yang relatif kuat, Indonesia dinilai memiliki modal strategis yang tidak dimiliki banyak negara lain.

    “Menghadapi tantangan zaman, UIN Maliki diharapkan tidak hanya melahirkan ilmuwan atau intelektual, tetapi juga melahirkan cendekiawan,” tambahnya.

    Wejangan tersebut ditutup dengan pesan reflektif kepada sivitas akademika UIN Maliki.

    “Mahasiswa UIN, Rektor dan seluruh jajarannya harus berani berijtihad. Barang siapa yang berani berijtihad di jalan yang benar, maka akan menjadi central point yang mulia,” tutup Prof. Nasaruddin Umar.

    Menuju Kampus Hijau dan Cerdas

    Gedung di Kampus 3 UIN Maliki Malang.(Foto: Doc. UIN Maliki)

    Pembangunan Kampus III UIN Maliki Malang dimulai sejak 2023 dengan dukungan Saudi Fund for Development (SFD) senilai total Rp1 triliun. Proyek tersebut dibagi dalam dua tahap, yakni 2023–2024 dan 2025–2026.

    Tahap pertama difokuskan pada pembangunan Gedung Ar-Rahim yang mencakup Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Pusat Riset dan Data, Islamic Tutorial Teaching, serta Laboratorium. Kawasan ini juga dilengkapi Ma’had dan Gedung Islamic Tutorial Center (ITC).

    Secara keseluruhan, UIN Maliki telah menguasai lahan seluas sekitar 99 hektare, dengan 33 hektare di antaranya digunakan khusus untuk pembangunan sisi lafaz Ar-Rahim.

    Kampus tersebut mengusung konsep Green and Smart Campus, memanfaatkan lanskap pegunungan Kota Batu yang sejuk dan asri sebagai daya tarik akademik dan spiritual.

    Filosofi 99 Hektare Asmaul Husna

    Dalam Sambutan Selamat Datang pada acara penganugerahan Rekor MURI, Rektor UIN Maliki menegaskan, pembangunan kampus tidak sekadar menghadirkan bangunan megah, tetapi juga merefleksikan nilai ketuhanan yang mendalam.

    “Angka 99 melambangkan Asmaul Husna. Ini bukan sekadar angka, tetapi doa dan harapan agar seluruh aktivitas akademik dan kehidupan kampus UIN Malang senantiasa berada dalam naungan nilai-nilai ketuhanan,” ungkap Prof Ilfi.

    Ia menjelaskan, Gedung Ar-Rahim dibangun di atas lahan 33 hektare yang melambangkan jumlah tasbih, demikian pula Gedung Ar-Rahman dan kawasan Bismillah, sehingga total kawasan mencapai 99 hektare.

    Menurutnya, kemajuan infrastruktur tanpa fondasi nilai hanya akan melahirkan ruang belajar yang kehilangan makna.

    “UIN Malang kami arahkan tidak hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan spiritualitas, etika, dan kemanusiaan,” tambahnya.

    Menuju Episentrum Peradaban Islam Global

    UIN Maliki Malang saat menerima rekor MURI dari Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melihat rencana pembangunan Edu Park, Minggu (8/2/2026).(Foto: Doc. UIN Maliki)

    Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama kembali menegaskan peluang besar Indonesia menjadi pusat peradaban Islam dunia. Dengan basis demografi Muslim terbesar dan tradisi Islam moderat yang kuat, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dalam peta peradaban global.

    Prof Nasaruddin juga menilai Kota Malang sebagai lokasi ideal pengembangan pendidikan Islam karena relatif jauh dari hiruk-pikuk politik praktis.

    “Pengembangan kampus Islam idealnya dilakukan di tempat yang tenang, fokus pada keilmuan, dan tidak mudah terdistorsi oleh kepentingan politik. Malang memiliki karakter tersebut,” tambahnya.

    Dengan Rekor MURI dan dimulainya pembangunan Edupark Ar-Rahim, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan langkahnya menuju pusat penyemaian peradaban Islam Indonesia yang berorientasi global, berpijak pada ilmu, spiritualitas, dan nilai kemanusiaan universal.


    Komentar
    Additional JS