0
News
    Home Berita Featured Romadhon Spesial

    Di Balik Suara Tabuhan Dlugdag, Tradisi Keraton Kasepuhan Cirebon Menyambut Ramadhan - Republika

    6 min read

     

    Di Balik Suara Tabuhan Dlugdag, Tradisi Keraton Kasepuhan Cirebon Menyambut Ramadhan

    Ada tiga filosofi di balik irama tabuhan bedug tersebut.


    REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Suara bedug terdengar bertalu-talu dari Langgar Agung Keraton Kasepuhan Cirebon, Rabu (18/2/2026) sore. Suara bedug itu tak terdengar seperti biasanya. Kali ini, bunyinya punya simbol istimewa khususnya bagi umat Islam.

    Suara bedug yang terdengar memiliki irama tertentu itu dikenal dengan istilah dlugdag atau drugdag. Sebuah tradisi yang dilakukan Keraton Kasepuhan Cirebon dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

    Tradisi tahunan tersebut berfungsi sebagai pengumuman bahwa besok umat Islam sudah harus mulai berpuasa. Penabuhan bedug itu juga sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur akan hadirnya bulan penuh berkah dan ampunan.

    Meski menabuh bedug dalam tradisi Dlugdag terlihat mudah, namun tidak semua orang bisa menabuhnya. Pasalnya, alunan nada dari tabuh bedug tersebut memiliki makna tersendiri.

    photo
    Prosesi Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jumat (5/9/2025) malam. Tradisi itu menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. - (Dok Republika)

    Penghulu Masjid Agung Sang Ciptarasa, KH Jumhur, menjelaskan, pemukulan bedug dalam tradisi Dlugdag memiliki makna filosofis yang mendalam. 

    “Pemukulan bedug itu sebagai pemberitahuan kepada masyarakat bahwa esok hari mulai melaksanakan ibadah puasa. Mengapa dilakukan saat waktu Ashar? Karena dalam penanggalan Hijriah, pergantian tanggal dimulai sejak terbenamnya matahari. Jadi ketika matahari terbenam, itulah masuk tanggal satu Ramadhan,”kata dia.

    Ia menegaskan, penetapan awal puasa tetap berlandaskan ajaran Rasulullah SAW, yakni dengan melihat hilal.“Kita mengikuti apa yang disampaikan Rasul, berpuasalah ketika melihat hilal dan berhari raya ketika melihatnya. Di keraton, semuanya berlandaskan Alquran dan ajaran Rasulullah,”kata dia.

     

     

     

    Sponsored

    Komentar
    Additional JS