0
News
    Home Berita Featured Gus Baha’ LPMQ Spesial

    Di Hadapan Pegawai LPMQ, Gus Baha Ulas Dinamika Kodifikasi Al-Qur’an - Lajnah Kemenag

    2 min read

     

    Di Hadapan Pegawai LPMQ, Gus Baha Ulas Dinamika Kodifikasi Al-Qur’an


    Pegawai Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) menerima arahan dari K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang biasa dikenal dengan Gus Baha. Arahan dari Gus Baha termasuk dalam rangkaian tarhib Ramadan yang diselenggarakan oleh LPMQ bertempat di Masjid Bayt Al-Qur'an-Museum Istiqlal, Rabu (11/2/26).

    Dalam kesempatan ini, Gus Baha mengulas tentang kisah pada saat kodifikasi Al-Qur'an. Beliau mengisahkan perdebatan di kalangan sahabat tentang huruf wawu yang ada di Surah at-Taubah [9]: 100. Tepatnya pada potongan ayat والذين اتبعوهم باحسان... Dalam dokumen yang tersimpan, huruf wawu pada ayat tersebut mblobor (blur). Umar bin Khattab janggal akan hal tersebut hingga akhirnya konfirmasi kepada Ahli Qur'an saat itu, yakni Ubay bin Ka'ab. Ubay bin Ka'ab mengonfirmasi bahwa pada ayat tersebut ada huruf wawu yang blur.

    Jika ayat tersebut dibiarkan tanpa wawu, maka akan menimbulkan makna yang berbeda. Pemahaman yang muncul adalah tidak ada lagi golongan ketiga, yaitu tabiin dan seterusnya. Karena yang ada nantinya hanyalah kaum Muhajirin dan Ansar. Padahal keberadaan golongan ketiga disebutkan secara jelas dalam SurahAl-Jumuah [62]: 3. Ayat ini kemudian menjadi argumen keberadaan huruf wawu pada Surah at-Taubah [9]: 100. "Orang kalau sudah ahli, dimana-mana pede dan gampang dalam membuat argumentasi," tegas Gus Baha menjelaskan kelihaian Ubay bin Ka'ab.

    Tausiah Gus Baha berlanjut pada kisah Ibnu Abbas yang membaca ayat Al-Qur'an berdasarkan ilmunya. Karena kepintarannya, ditengarai beliau keliru (sabq al-lisan) dalam membaca ayat pada Surah Al-Maidah [5]: 38. Ayat yang seharunya ....والسارق والسارقة فاقطعوا ايديهما dibaca والسارق والسارقة فاقطعوا ايمنهما. Pembacaan Ibnu Abbas ini adalah pembacaan tafsir, karena beliau merupakan ahli tafsir dan tau bahwa awal pemotongan dari pelaku pencurian adalah pergelangan tangan.

    "Makanya, orang pintar bahaya kalau jadi tim Lajnah (LPMQ), lebih bahaya lagi kalau orang bodoh", kelakar beliau yang disambut tawa para pegawai.

    Para pegawai LPMQ tampak antusias menyimak materi yang disampaikan oleh Gus Baha. Penyampaian beliau yang lugas, mendalam, dan diselingi guyonan khas membuat suasana kajian terasa hangat serta cair.

    Sebagai penutup kegiatan, Kepala LPMQ, Abdul Aziz Sidqi meminta Gus Baha untuk menutup dengan doa khotmil Qur'an yang telah dibaca bersama oleh pegawai LPMQ sebelum tausiah dimulai.


    Komentar
    Additional JS