Doa Rasulullah saw Mengawali Bulan Ramadhan - NU Online
Doa Rasulullah saw Mengawali Bulan Ramadhan
Jakarta, NU Online
Tak lama lagi umat Islam Indonesia akan memasuki bulan Ramadhan 1447 H. Awal bulan kesembilan ini akan diikhbarkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Agama pada Selasa (17/2/2026) esok.
Dalam memulai bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa agar diberi keselamatan selama bulan kesembilan Hijriah ini.
Berikut ini adalah doa yang diajarkan Rasulullah saw dalam riwayat Imam At-Thabrani dan Imam Ad-Dailami. Hal ini sebagaimana dikutip NU Online dalam artikel Ustadz Alhafiz Kurniawan berjudul Doa Awal Bulan Ramadhan.
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ
Allāhumma sallimnī li Ramadhāna, wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī.
Artinya, “Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) Bulan Ramadhan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di Bulan Ramadhan.”
Rasulullah saw juga memanjatkan doa lainnya pada awal bulan Ramadhan. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadits riwayat Imam Abu Dawud sebagai berikut.
هِلالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ )مرتين(، آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَكَ )ثَلاث مرات(، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا ، وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا
Hilālu rusydin wa khairin (2 kali), āmantu bil ladzī khalaqaka, (3 kali), alhamdulillāhil ladzī dzahaba bi syahri kadzā, wa jā’a bi syahri kadzā.
Artinya, “Bulan petunjuk dan kebaikan (2 kali). Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu (3 kali). Segala puji bagi Allah yang menghilangkan bulan itu, dan mendatangkan bulan ini,” (HR Abu Dawud).
Sementara itu, Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, dalam kitab Ithafu Ahlil Islam bi Khushushiyyatish Shiyam, menyampaikan redaksi lain doa awal bulan Ramadhan sebagai berikut.
اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَظِيْمِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمحَشْرِ
Allāhu akbaru, lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīmi. Allāhumma innī as’aluka khaira hādzas syahri, wa a‘ūdzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.
Artinya, “Allah maha besar. Tiada daya dan upaya kecuali berkat pertolongan Allah yang maha agung. Aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini (Ramadhan). Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan takdir dan keburukan mahsyar.”