0
News
    Home Berita Featured Spesial

    Emotional Loneliness dan Kedekatan Ilahi - Tebuireng Online

    4 min read

     

    Emotional Loneliness dan Kedekatan Ilahi


    Sebuah gambaran seseorang yang kesepian (sumber: ist)

    Ada saat-saat dalam hidup ketika seseorang merasa paling sendiri. Bukan karena tak ada manusia di sekelilingnya, tetapi karena hati seakan kehilangan tempat berpijak. Kesepian adalah pengalaman emosional yang sangat akrab dengan banyak perempuan hari ini. Di tengah keramaian, hati tetap terasa kosong. Di antara banyak relasi, jiwa merasa tak benar-benar dipahami.

    Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai emotional loneliness—kesepian yang tidak ditentukan oleh jumlah orang di sekitar, melainkan oleh absennya keterhubungan batin. Seseorang bisa tertawa bersama banyak orang, namun tetap pulang dengan perasaan hampa.

    Baca Juga: Ini Janji Allah yang Paling Pasti, tapi Paling Sering Kita Abaikan

    Namun dalam Islam, kesepian bukanlah tanda kelemahan iman. Ia justru kerap menjadi pintu sunyi menuju kedekatan terdalam dengan Allah. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 186, Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku dekat.”

    Ayat ini turun tanpa syarat—tanpa menyebut tempat, waktu, atau kondisi tertentu. Artinya, kedekatan Allah bukan sesuatu yang harus dikejar mati-matian, melainkan sesuatu yang sudah ada. Yang sering hilang hanyalah kesadaran kita akan kehadiran-Nya.

    Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

    Banyak muslimah merasa bersalah ketika dilanda kesepian, seolah iman mereka sedang rapuh. Padahal secara ilmiah, kesepian adalah respons psikologis yang alami. Yang membedakan bukan hadir atau tidaknya rasa itu, melainkan bagaimana ia dikelola. Dalam kajian spiritual psychology, kesepian dapat menjadi ruang jeda—ruang di mana Allah melembutkan hati, membersihkannya dari kebisingan, dan membuatnya lebih peka terhadap petunjuk-Nya.

    Sejarah Islam memperlihatkan bahwa perempuan-perempuan mulia pun pernah merasakan kesepian yang sangat dalam. Maryam harus menghadapi fitnah dan isolasi sosial seorang diri. Hajar ditinggalkan di padang tandus tanpa kepastian. Namun kesepian itu tidak meruntuhkan mereka. Justru di titik itulah pertolongan Allah paling nyata hadir. Para ulama menjelaskan bahwa kedalaman iman sering lahir dari ruang-ruang sunyi—ruang yang tidak dipenuhi manusia, tetapi penuh doa dan harapan.

    Rasulullah ﷺ sendiri mengajarkan bahwa ketika manusia pergi menjauh, Allah tidak pernah benar-benar meninggalkan. Beliau bersabda bahwa Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman:

    Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Allah SWT berfirman mengenai sepertiga malam terakhir: “Adakah yang meminta kepada-Ku, maka Aku kabulkan? Adakah yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku ampuni?”

    Baca Juga: Ridha sebagai Jalan Menuju Ketenangan Jiwa

    Hadis ini bukan hanya pesan spiritual, tetapi juga selaras dengan ilmu jiwa: keintiman terdalam sering lahir ketika dunia sedang hening, ketika manusia berhenti menuntut, dan hati berani jujur pada Tuhannya.

    Dalam perspektif psikologi, doa memiliki efek terapeutik. Berdoa membantu menurunkan kecemasan, memperkuat self-compassion, dan meningkatkan regulasi emosi. Maka ketika seorang muslimah bersimpuh kepada Allah di saat merasa paling sendiri, ia tidak hanya sedang mendekat secara spiritual, tetapi juga sedang memulihkan jiwanya secara perlahan.

    Sering kali, kesepian adalah isyarat halus agar seseorang kembali pada dirinya sendiri. Terlalu lama menggantungkan makna hidup pada validasi manusia membuat hati mudah lelah dan rapuh. Padahal Allah telah menegaskan dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28:

    “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”

    Ini bukan sekadar metafora, melainkan prinsip psikologis dan spiritual. Ketenangan tidak lahir dari banyaknya manusia yang hadir, tetapi dari kualitas hubungan dengan Sang Pencipta.

    Baca Juga: Seni Menata Arah Pikiran

    Maka ketika hati terasa kosong, bisa jadi itu bukan kekurangan, melainkan ruang yang sedang Allah siapkan untuk diisi cahaya-Nya. Ketika terasa tak ada tempat pulang, mungkin Allah sedang ingin menjadi tempat pulang itu. Ketika semua terasa menjauh, mungkin Allah sedang mengajak kita untuk mendekat hanya kepada-Nya.

    Kesepian tidak selalu buruk. Ia kadang adalah undangan lembut agar kita berhenti bersandar pada makhluk dan mulai berserah sepenuhnya kepada Allah. Sebab dalam sunyi yang paling gelap sekalipun, seorang muslimah tidak pernah benar-benar sendiri. Ada Allah yang mendengar setiap keluhan, melihat setiap air mata, dan memahami doa-doa yang bahkan tak sempat terucap oleh lisan.



    Penulis: Wan Nurlaila Putri
    Editor: Rara Zarary

    Komentar
    Additional JS