0
News
    Home Khotbah Jum'at Khutbah Jum'at Nabi Muhammad SAW Romadhon

    Isi Salah Satu Khutbah Nabi Muhammad Perihal Ramadan - Lirboyo

    6 min read

     

    Isi Salah Satu Khutbah Nabi Muhammad Perihal Ramadan



    Khutbah Nabi Perihal Ramadan

    Dalam beberapa kitab fikih seperti I’ānah ath-ThālibīnFath al-‘Allām, dan lain-lain, para pengarang kitab beberapa kali mengutip keterangan yang bersumber dari Salman al-Farisi r.a.. Selain itu, di antara riwayat yang terkenal, Salman pernah menceritakan isi khutbah Rasulullah di akhir bulan Sya’ban yang secara khusus menjelaskan perihal keutamaan bulan Ramadan.

    Baca juga: Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Syaban

    Lebih lanjut, dalam khutbah yang Sahabat Rasulullah (Salman) ceritakan itu, Rasulullah menjelaskan:

    Hampir Datang Bulan Ramadan


    أَيُّهَا النَّاسُ: قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فِيهِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ، خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ تَعَالَى صِيَامَهُ فَرِيضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا.

    Wahai manusia! Ketahuilah, bahwa telah menaungi (hampir datang kepada) kalian sebuah bulan yang agung, juga bulan yang penuh dengan keberkahan. Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadr, yakni malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah telah menetapkan puasanya sebagai kewajiban, dan menjadikan ibadah malamnya sebagai sunnah yang sangat dianjurkan.

    مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ.

    Barang siapa yang mendekatkan diri dengan satu amal kebaikan di bulan ini, maka pahalanya seperti mengerjakan satu kewajiban di luar bulan itu. Dan siapa yang melaksanakan kewajiban di bulan ini, pahalanya seperti melaksanakan tujuh puluh kewajiban di luar bulan itu.

    Baca juga: Khutbah Jumat: Mengambil Hikmah di Balik Hujan

    Ramadhan Adalah Bulan Kesabaran

    وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ، وَهُوَ شَهْرُ الْمُوَاسَاةِ، وَهُوَ شَهْرٌ يُزَادُ فِيهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ.
    مَنْ فَطَّرَ فِيهِ صَائِمًا كَانَ لَهُ عِتْقُ رَقَبَةٍ وَمَغْفِرَةٌ لِذُنُوبِهِ.

    Ia (Ramadhan) adalah bulan kesabaran, dan balasan kesabaran adalah surga. Ia juga bulan saling berbagi, dan bulan di mana rezeki orang beriman ditambahkan. Siapa yang memberi buka puasa kepada orang berpuasa, maka baginya pahala membebaskan seorang budak dan ampunan dosa.”


    قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، لَيْسَ كُلُّنَا يَجِدُ مَا يُفَطِّرُ بِهِ الصَّائِمَ.
    قَالَ: يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى مِذْقَةِ لَبَنٍ، أَوْ شَرْبَةِ مَاءٍ، أَوْ تَمْرَةٍ.

    Kami (para sahabat) berkata: “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kami mampu memberi buka puasa bagi orang lain.”
    Beliau menjawab: “Allah memberi pahala itu bagi orang yang memberi buka hanya dengan seteguk susu, juga seteguk air, atau sebatas sebutir kurma.


    وَمَنْ أَشْبَعَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مَغْفِرَةٌ لِذُنُوبِهِ، وَسَقَاهُ رَبِّي مِنْ حَوْضِي شَرْبَةً لَا يَظْمَأُ بَعْدَهَا أَبَدًا، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ.

    Barangsiapa membuat kenyang orang berpuasa, maka dosanya diampuni, dan kelak Allah memberinya minum dari telagaku dengan satu tegukan, setelah itu ia tidak akan pernah haus lagi selamanya. Dan ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.”

    Baca juga: Khutbah Jumat: Birrul Walidain, Investasi Dunia dan Akhirat

    Tiga Fase Bulan Ramadhan

    وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ.
    وَمَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوكِهِ فِيهِ أَعْتَقَهُ اللهُ مِنَ النَّارِ.

    Beliau melanjutkan: “Ramadhan adalah bulan yang awalnya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari neraka.
    Barangsiapa meringankan beban budaknya di bulan ini, Allah akan membebaskannya dari neraka.

    Anjuran Memperbanyak istighfar

    فَاسْتَكْثِرُوا فِيهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ: خَصْلَتَيْنِ تُرْضُونَ بِهِمَا رَبَّكُمْ، وَخَصْلَتَيْنِ لَا غِنَى لَكُمْ عَنْهُمَا.
    أَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تُرْضُونَ بِهِمَا رَبَّكُمْ: فَشَهَادَةُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَتَسْتَغْفِرُونَهُ.
    وَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ لَا غِنَى لَكُمْ عَنْهُمَا: تَسْأَلُونَ رَبَّكُمُ الْجَنَّةَ، وَتَتَعَوَّذُونَ بِهِ مِنَ النَّارِ.

    Maka perbanyaklah di bulan ini empat hal: dua hal yang membuat Rabb kalian ridha, dan dua hal yang kalian sangat butuhkan.
    Adapun dua hal yang membuat Rabb kalian ridha adalah: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan memperbanyak istighfar.
    Adapun dua hal yang sangat kalian butuhkan adalah: memohon surga kepada Allah, dan berlindung kepada-Nya dari neraka.”

    Referensi:

    Abū Bakr ʿUthmān ibn Muḥammad Shaṭā al-Dimyāṭī al-Syāfiʿī, Iʿānat al-Ṭālibīn ʿalā Ḥall Alfāẓ Fatḥ al-Muʿīn

    Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo


    Komentar
    Additional JS