0
News
    Home Featured Khotbah Jum'at Khutbah Jum'at Rojab Romadhon Sholat Spesial

    Keutamaan Bulan Rajab dan Makna Shalat sebagai Pembersih Hati - Tebuireng

    6 min read

     

    Keutamaan Bulan Rajab dan Makna Shalat sebagai Pembersih Hati



    KH. Abdul Kholiq Hasan saat menjadi khotib Shalat Jum’at di Pesantren Tebuireng (sumber: tebuirengofficial)

    Khutbah oleh: KH. Abdul Kholiq Hasan*

    اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَسْلِيمًا كَثِيْرًا

    اتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ  فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ

    إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرࣰا فِی كِتَـٰبِ ٱللَّهِ یَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَاۤ أَرۡبَعَةٌ حُرُمࣱۚ ذَ ٰ⁠لِكَ ٱلدِّینُ ٱلۡقَیِّمُۚ فَلَا تَظۡلِمُوا۟ فِیهِنَّ أَنفُسَكُمۡۚ وَقَـٰتِلُوا۟ ٱلۡمُشۡرِكِینَ كَاۤفَّةࣰ كَمَا یُقَـٰتِلُونَكُمۡ كَاۤفَّةࣰۚ وَٱعۡلَمُوۤا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلۡمُتَّقِینَ ﴿٣٦

    Sesungguhnya bilangan bulan bagi Allah adalah dua belas bulan, di dalam kitab Allah, di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan yang dimuliakan, itulah agama yang lurus. Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan-bulan itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya, sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. At Taubah: 36).

    Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

    Baca Juga: Kebaikan Seseorang akan Nampak Usai Wafat

    Jamaah Jum’at Rahimakumullah

    Kita wajib bersyukur kepada Allah karena masih diberi kesempatan hidup menikmati keberkahan bulan Rajab, Sya’ban, dan mudah-mudahan disampaikan dalam bulan Ramadan. Setiap memasuki bulan Rajab Rasulullah senantiasa berdoa allahumma bariklana fi rajaba wa sya’bana wa ballighna ramadhana.

    Kemudian baginda Rasul menyebut bahwa, Rajab itu bulan Allah, Sya’ban bulan saya, serta Ramadhan adalah bulan umat saya. Dalam kesempatan yang lain beliau menganjurkan kepada kita untuk memperbanyak tanaman kebaikan di bulan Rajab, sebab bulan Rajab dikenal sebagai bulan menanam, dan bulan Sya’ban bulan menyiram, kemudian Ramadan adalah bulan menuai. Logiknya kita tidak memanen jika kita tidak menanam.

    Andai kita tidak zalim di bulan Rajab, kemudian kita tidak terlalu bermaksimal ria dalam beribadah kepada Allah, maka kemungkinan besar kita masih akan mendapatkan kemuliaan Allah. Karena yang paling penting dalam bulan Rajab atau empat bulan mulia adalah “janganlah engkau zalim terhadap diri kalian dalam empat bulan mulia tersebut”.

    Baca Juga: Hidup Selalu Berubah, Tetapi Bekalnya Tetaplah Takwa

    Mengapa kita akan mendapat rahmat Allah meski tidak maksimal ibadah? Karena pada Rajab ini para kekasih dan wali Allah mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah, kemudian berdoa tidak hanya untuk dirinya, tetapi kepada semua umat muslim.

    Al-Ghazali pernah menulis bahwa Rjab terdiri dari tiga huruf, ra’ berarti rahmatullah (kasih sayang Allah), jim adalah judullah (kedermawanan Allah), ba’ adalah birrullah (kebaikan Allah). Sehingga Rajab juga dikenal sebagai Rajab al-Asab.

    Jamaah Jum’at Rahimakumullah

    Paling tidak kita tidak boleh melewatkan tiga hari yang utama dalam bulan Rajab. Pertama, malam satu Rajab, sebab malam satu Rajab ialah salah satu malam yang tidak ditolaknya doa. Kedua adalah tanggal 10 Rajab, sebab tanggal tersebut adalah waktu Allah menciptakan Nur Muhammad. Kemudian yang ketiga yakni 27 Rajab. Sebuah momentum yang sangat indah di mana Allah memanggil kekasih-Nya untuk bertemu langsung dan mendapatkan amanat untuk diri kekasih-Nya dan umatnya. Dan persitiwa tersebut kita kenal dengan peristiwa Isra Mi’raj.

    Baca Juga: 5 Petunjuk yang Harus Dilalui oleh Setiap Manusia

    Shalat yang diamanahkan dalam peristiwa Isra Mi’raj tersebut adalah syariat teragung dibanding syariat-syariat yang lain. Ibn ‘Atha’illah Sakandari dalam al-Hikam banyak mengutip hal tentang shalat. Salah satunya adalah al-shalah tuhratun lil qulub min adnas al-dzunub wa istiftahun li bab al-ghuyub (shalat merupakan pembersih hati dari dosa-dosa, serta pembuka pintu-pintu rahasia).

    Satu contoh ketika seseorang itu takabur, padahal takabur itu adalah hak Allah. Bahkan Allah mengancam orang-orang yang takabur dengan tidak akan masuk surga. Nah, melalui shalat dengan permulaannya saja yakni mengucap takbir, Allahu Akbar, maka semua ketakaburan kita harus dirontokkan, sebab hanya Allah yang Maha Besar. Pertanyaannya andai kita shalat dengan sepenuh hati, maka takabur dalam hati akan menjadi tawadhu’.

    Ibn Atha’illah mengatakan kam min mushallin wa laisa min muqimin. Berapa banyak orang yang shalat, akan tetapi hakikatnya ia tidak mendirikan shalat. Kemudian penutup hikmah tersebut wa istiftahun li bab al-ghuyub (serta pembuka pintu-pintu rahasia)Hal ini banyak dialami oleh para wali-wali Allah. Seperti yang dialami Hadratussyaikh ketika bersujud.

    Baca Juga: Begini Sejarah Natal yang Sebenarnya, Sekaligus Cara Menyikapinya

    Terakhir, suatu ketika baginda Nabi bertanya kepada salah seorang sahabat, “Jika seandainya kita punya rumah, di depannya mengalir jernih air sungai, lalu kita turun ke sungai itu dalam sehari lima kali. Masihkah dalam badan kita ada kotoran?” Sahabat tersebut menjawab, “tentu tidak ya Rasul.” “Begitulah shalat.” Kata baginda Nabi. Mudah-mudahan kita, keluarga kita, anak-anak kita menjadi orang-orang yang mendirikan shalat.

    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ

    وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

    وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

    Pentranskip: Yuniar Indra Yahya
    Editor: Rara Zarary

     


    Komentar
    Additional JS