0
News
    Home Featured Ilmu Pengetahuan Pendidikan Spesial

    Lima Pondasi Penting Mendidik Anak Laki-Laki dalam Islam - Tebuireng Online

    5 min read

     

    Lima Pondasi Penting Mendidik Anak Laki-Laki dalam Islam


    Anak laki-laki dan ibunya (sumber: albata)

    Di era modern ini, membesarkan anak laki-laki bukan lagi tentang sekadar tumbuh besar dan menjadi dewasa secara fisik. Mereka adalah calon pemimpin, ayah, dan penanggung jawab keluarganya kelak di masa depan. Oleh karena itu, pola asuh yang tepat sangat penting untuk menyiapkan mereka memikul amanah yang besar ini.

    Anak laki-laki perlu dibimbing untuk menjadi pria sejati yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. Lalu bagaimana kita sebagai orang tua bisa menyiapkan mereka?

    Baca Juga: Marak Kasus Kekerasan Anak, Pola Asuh Orangtua Dipertanyakan

    Sebagaimana kita ketahui bahwa anak laki-laki tidak diciptakan hanya untuk menjadi kuat secara fisik. Islam menaruh harapan lebih dalam: ia disiapkan menjadi penjaga, pemimpin, dan penanggung jawab pertama atas dirinya, lalu keluarganya. Mereka akan menjadi pilar keluarga yang melindungi, membimbing, dan memberi teladan bagi adik-adiknya.

    Oleh karena itu, peran orang tua sangat krusial dalam membentuk karakter dan kepribadian anak laki-laki. Allah mengingatkan para orang tua: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا
    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6).

    Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

    Maka mendidik anak laki-laki bukan sekadar memenuhi kebutuhannya, melainkan menanamkan arah hidupnya. Orang tua harus mengajarkan nilai-nilai agama, akhlak mulia, dan tanggung jawab kepada anak laki-laki agar mereka menjadi insan yang beriman dan siap memimpin keluarga di masa depan. Berikut ini cara yang bisa orang tua lakukan untuk mengasuh anak laki-laki;

    Pertama, mengajarkan tauhid kepada anak laki-laki sejak dini adalah langkah penting dalam membentuk akidahnya. Seperti nasihat Luqman kepada putranya, يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِۗ …

    Artinya: “Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah.” (QS. Luqman: 13), mengenal Allah harus menjadi prioritas utama. Dengan mengenal Rabb-nya, hati anak laki-laki akan lebih mudah tunduk dan jiwa mereka akan kuat menghadapi tantangan hidup. Tauhid menjadi fondasi yang kokoh untuk membentuk karakter dan akhlak mereka di masa depan.

    Baca Juga: Hindari Kesalahan! Ini Pentingnya Mengatur Pola Komunikasi yang Baik dengan Anak

    Kedua, mengajarkan tanggung jawab kepada anak laki-laki sejak dini adalah kunci membentuk jiwa kepemimpinan mereka. Seperti sabda Rasulullah, كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
    Artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Anak laki-laki perlu dilatih untuk menepati janji, menyelesaikan tugas, dan mengakui kesalahan. Dengan memulai dari hal kecil, mereka akan tumbuh menjadi pemimpin yang matang dan bertanggung jawab di masa depan.

    Ketiga, melatih mengendalikan diri. Kekuatan sejati anak laki-laki tidak terletak pada fisiknya, melainkan pada kemampuannya mengendalikan diri. Seperti sabda Rasulullah, لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ Artinya: “Orang yang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi yang mampu menahan amarah” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Anak laki-laki perlu diajari untuk menahan emosi, menjaga lisan, dan mengontrol diri. Dengan demikian, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan bijak dalam menghadapi tantangan.

    Baca Juga: Anak Perempuan yang Jadi Tulang Punggung Keluarga

    Keempat, mengajarkan rasa hormat kepada anak laki-laki adalah kunci membentuk karakter mereka. Seperti Rasulullah yang dikenal lembut kepada anak-anak, mendidik dengan teladan dan perhatian akan membuat mereka belajar menghormati orang lain. Dengan cara ini, anak laki-laki akan tumbuh menjadi pribadi yang menghargai dan menghormati sesama.
    Kelima, menanamkan adab dan akhlak.

    Adab dan akhlak adalah fondasi yang harus ditanamkan sebelum mengejar ilmu dan prestasi. Anak laki-laki perlu diajari untuk mengutamakan adab agar pencapaian mereka membawa manfaat dan keberkahan. Dengan adab, mereka akan menjadi pribadi yang seimbang dan membawa kebaikan bagi sekitar. Itulah 5 hal yang bisa orang tua lakukan untuk mendidik anak-anak laki-lakinya.

    Mendidik anak laki-laki bukan sekadar membentuk fisiknya, tapi membangun jiwa dan karakternya. Dengan menanamkan tauhid, tanggung jawab, mengendalikan diri, rasa hormat, dan adab, kita membentuk generasi yang kuat, bijak, dan berakhlak mulia.
    Setiap langkah kecil dalam mendidik akan membentuk masa depan mereka.

    Baca Juga: Dari Kasus Lolly Kita Belajar Pengasuhan untuk Remaja

    Orang tua memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak-anaknya, sehingga perlu bijak dalam memberikan teladan dan arahan. Semoga kita semua menjadi orang tua yang bijak dalam mendidik anak-anak kita, sehingga mereka menjadi penerus yang membawa kebaikan bagi keluarga, masyarakat, dan agama. Aamiin ya robbal aalamiin.



    Penulis: Amalia Dwi Rahmah
    Editor: Rara Zarary

    Komentar
    Additional JS