0
News
    Home 1 Abad NU Berita Featured Mujahadah Kubro Nahdhatul Ulama Prabowo Subianto Spesial

    Pesan Persatuan Presiden Prabowo di Harlah NU: Pemimpin Harus Tinggalkan Dendam dan Dengki - Metro tv

    3 min read

     

    Pesan Persatuan Presiden Prabowo di Harlah NU: Pemimpin Harus Tinggalkan Dendam dan Dengki


    Malang: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan kunci kekuatan bangsa terletak pada kerukunan para pemimpinnya. Pesan itu ia sampaikan di hadapan ratusan ribu jemaah dalam acara puncak Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, 8 Februari 2026.

    Di forum religius yang dipadati lautan manusia itu, Presiden berbicara lugas mengenai tanggung jawab elite bangsa. Ia menegaskan kemajuan Indonesia tidak mungkin tercapai jika para pemimpin terus memelihara perpecahan.

    “Tidak ada bangsa yang kuat, tidak ada bangsa yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun. Karena itu saya selalu mengajak semua unsur, selalu mari kita bersatu. Boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat. Tapi di ujungnya, semua pemimpin Indonesia, semua pemimpin masyarakat, harus rukun, harus menjaga persatuan dan kesatuan,” kata Presiden Prabowo Subianto.

    Menurut Presiden, sejarah panjang peradaban manusia mengajarkan bahwa kesejahteraan lahir dari perdamaian, yang mensyaratkan kekompakan para pemimpin.
     


    “Sejarah manusia mengajarkan kepada kita, tidak mungkin ada kemakmuran tanpa perdamaian. Tidak mungkin ada perdamaian kalau pemimpin-pemimpinnya tidak bersatu, tidak rukun, tidak kompak. Para pemimpin di setiap eselon, pemimpin politik, pemimpin ekonomi, pemimpin intelektual, semuanya harus berpikir, berpikir, berpikir, berjuang mengabdi untuk kepentingan rakyat Indonesia semuanya,” ujar Prabowo.

    Ia menegaskan ada sejumlah watak yang tidak boleh dimiliki seorang pemimpin. “Tidak boleh pemimpin punya dendam, tidak boleh pemimpin punya rasa benci, tidak boleh pemimpin punya rasa dengki, tidak boleh pemimpin selalu mencari-cari kesalahan pihak lain,” tegasnya.

    Prabowo juga mengutip ajaran para kiai dan leluhur yang menempatkan persatuan sebagai tujuan akhir. “Guru-guru kita, kiai-kiai kita, leluhur kita mengajarkan selalu 'mikul duwur, mendem jero'. Tidak boleh ada rasa benci, tidak boleh ada rasa dendam. Berbeda tidak masalah. Sesudah berbeda, cari persatuan, cari kesamaan, musyawarah untuk mufakat. itu kepribadian bangsa Indonesia,” ucap Prabowo.

    Suasana stadion beberapa kali bergemuruh menyambut penegasan tersebut. Di akhir sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi kepada NU yang dinilainya konsisten menjaga ketenteraman Republik Indonesia.

    “Saya hadir disini, saya ingin menyampaikan intinya adalah terima kasih Nahdlatul Ulama. Terima kasih para kiai, para ulama. Terimakasih seluruh Nahdliyin semuanya, keluarga besar Nahdlatul Ulama. Terima kasih atas peran NU menjaga kedamaian dan stabilitas di Republik Indonesia,” tutur Prabowo.

    Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
    Google News Metrotvnews.com

    Komentar
    Additional JS