Rais Aam dan Ketum PBNU Pimpin Rapat Harian, Bahas Rukyatul Hilal dan Penguatan Organisasi / NU Online
Rais Aam dan Ketum PBNU Pimpin Rapat Harian, Bahas Rukyatul Hilal dan Penguatan Organisasi
Jakarta, NU Online
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Miftachul Akhyar, dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menghadiri Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah bertema Memacu Kinerja Mengawal Kemenangan Indonesia di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (16/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya mengumumkan bahwa PBNU melalui Lembaga Falakiyah (LF) akan melaksanakan rukyatul hilal atau pemantauan hilal pada Selasa (17/2/2026). Selain di Gedung PBNU, rukyat juga akan digelar di berbagai daerah di Indonesia.
“Besok sore insyaallah kita akan melaksanakan rukyatul hilal di berbagai titik di Indonesia,” ujarnya.
Ia memperkirakan hilal belum dapat terlihat sehingga bulan Sya’ban kemungkinan akan disempurnakan (istikmal) menjadi 30 hari. Kendati demikian, tim tetap akan diturunkan untuk memastikan hasil rukyat secara langsung.
“Kalau memang betul-betul belum terlihat hilal tersebut, tinggal kita istikmal,” jelasnya.
Target Perbaikan Organisasi
Selain membahas rukyatul hilal 1 Ramadhan 1447 H, Gus Yahya juga menargetkan perbaikan organisasi yang diharapkan berdampak pada peningkatan mutu sebelum masa jabatannya berakhir.
Senada, KH Miftachul Akhyar berharap seluruh jajaran pengurus terus memperkuat kinerja dan menjaga soliditas dalam menjalankan amanah organisasi.
Dalam forum tersebut, Kiai Miftach juga menyampaikan ucapan selamat kepada Gus Yahya yang genap berusia 60 tahun pada Ahad (15/2/2026).
“Saya dengar-dengar Ketua Umum sedang merayakan ulang tahun ke-60. Alhamdulillah,” ucapnya, disambut tepuk tangan peserta rapat.
Penguatan Tata Kelola
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi secara profesional. Ia menyoroti akuntabilitas dan transparansi sebagai prinsip utama dalam menjalankan roda organisasi.
Menurutnya, seluruh program dan kegiatan strategis harus berjalan sesuai qonun asasi atau konstitusi dasar organisasi serta dituntaskan sebelum masa kepengurusan berakhir.
Di akhir rapat, Gus Yahya memotong nasi tumpeng sebagai ungkapan syukur atas ulang tahunnya yang ke-60. Potongan pertama diberikan kepada Kiai Miftach, kemudian kepada sejumlah pengurus lainnya.
Rapat tersebut juga dihadiri Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori, Bendahara Umum PBNU Gus Gudfan Arif Ghofur, Rais Syuriyah PBNU M. Nuh, Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni, serta jajaran pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah lainnya.