0
News
    Home Featured Kultum Romadhon Lailatul Qodar Romadhon Spesial

    Kultum Ramadhan: Menggapai Lailatul Qadar, Lebih Baik daripada Seribu Bulan - NU Online

    5 min read

     

    Kultum Ramadhan: Menggapai Lailatul Qadar, Lebih Baik daripada Seribu Bulan

    Ketika bulan Ramadhan, banyak orang yang menginginkan untuk berjumpa dan mendapatkan keutamaan dengan Lailatul Qadar. Apa sesungguhnya Lailatul Qadar itu? Di dalam Al-Qur'an terdapat satu surat yang menjelaskan perihal Lailatul Qadar yang kemudian disebut sebagai Surat Al-Qadar yang berjumlah lima ayat:
     

    اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ۝٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ۝٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ۝٤ سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ ۝٥
     

    Artinya, "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar (1) Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? (2) Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan (3) Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan (4) Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar (5)." (QS Al-Qadar ayat 1-5).
     

    Lalu apa yang membuat lailatul qadar menjadi istimewa, sehingga banyak orang ingin berjumpa dengannya?
     

    KH Bisri Musthofa dalam kitab Tafsir Al-Ibriz menjelaskan salah satu keistimewaan dari Lailatul Qadar adalah perbandingan amal kebaikan seseorang pada saat Lailatul Qadar itu lebih utama atau lebih baik dibandingkan bila ia beramal selama seribu bulan selain Lailatul Qadar.
     

    Selain itu, pada momen tersebut para malaikat, termasuk Malaikat Jibril as, atas izin dari Allah swt turun untuk menyampaikan salam kesejahteraan kepada orang-orang mukmin sampai pada saat terbit fajar. (Al-Ibriz, [Kudus, Penerbit Menara Kudus: 1953], juz XXX, halaman 2250-2251).
     

    Karena itu, sudah semestinya bagi orang-orang mukmin untuk mendambakan dapat berjumpa dengan Lailatul Qadar ini. Termasuk kita semua, tentu juga menginginkannya. Pertanyaan selanjutnya adalah kapan dan bagaimana agar kita dapat berjumpa dan mendapatkan keutamaan dari Lailatul Qadar ini?
     

    Mengenai kapan waktu Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah swt, dengan hikmahnya agar kita menjadi bersemangat dalam beribadah kepada Allah swt, setiap saat di bulan Ramadhan. Namun, meskipun menjadi rahasia, setidaknya Nabi Muhammad saw telah memberikan bocoran atau kisi-kisi kepada kita. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad saw bersabda:
     

    تَحَرَّوْا لَيْلةَ الْقَدْرِ فِي الْوتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَواخِرِ مِنْ رمَضَانَ
     

    Artinya, "Carilah lailatul qadar pada hitungan (tanggal) ganjil dari sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan." (HR Al-Bukhari).
     

    Dari keterangan tersebut, maka kita dianjurkan oleh Rasulullah saw untuk menghidupkan waktu malam di bulan Ramadhan, terlebih ketika telah memasuki 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Selain shalat tarawih dan shalat witir, kita dapat mengisi saat-saat yang penuh berkah tersebut dengan berbagai amal kebaikan lainnya.
     

    Semisal dengan membaca Al-Qur'an. Selain berharap agar mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar, dengan membaca Al-Qur'an pada bulan Ramadhan, juga kita sekaligus meneladani apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw, sebagaimana keterangan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abdullah ibnu Abbas ra:
     

    أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
     

    Artinya, "Rasulullah saw adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril as menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Qur’an. Sungguh Rasulullah saw orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus." (HR Al-Bukhari).
     

    Selain membaca Al-Qur'an, kita juga dapat banyak membaca doa sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad saw kepada Sayyidah Aisyah ra, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits:
     

    يَا رَسُولَ اَللَّهِ: أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ اَلْقَدْرِ, مَا أَقُولُ فِيهَا? قَالَ: "قُولِي: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي" رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ غَيْرَ أَبِي دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَالْحَاكِمُ
     

    Artinya, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku mengerti sebuah malam itu adalah lailatul qadar. Bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,’’ (HR At-Tirmidzi).

    Intinya, pada bulan Ramadhan ini marilah kita pergunakan waktu dengan sebaik mungkin untuk meraih pahala dan keutamaan sebanyak-banyaknya. Terlebih pada malam-malam di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, kita usahakan agar kita dapat menghidupkannya dengan berbuat kebaikan agar kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapat keutamaan dari Lailatul Qadar. Nabi Muhammad saw bersabda:
     

    مَنْ قَامَهَا احْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
     

    Artinya: "Barang siapa menghidupkannya (lailatul qadar) karena ikhlas mengharap ridha Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu." (HR Ahmad).
     

    Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung dapat berjumpa dan mendapatkan keutamaannya. Semoga kita diberikan kesempatan dan kemudahan oleh Allah swt. Amin ya Rabbal ‘alamin.

     

    Ustadz Ajie Najmuddin, Pengurus MWCNU Banyudono Boyolali


    Komentar
    Additional JS