0
News
    Home Featured Kultum Romadhon Puasa Romadhon Romadhon Spesial

    Kultum Ramadhan: Sedekah di Bulan Puasa, Kebaikan yang Dilipatgandakan Allah - NU Online

    6 min read

     

    Kultum Ramadhan: Sedekah di Bulan Puasa, Kebaikan yang Dilipatgandakan Allah

    kultum ramadhan (Freepik)

    Melakukan kebaikan, terutama bersedekah di bulan Ramadhan, punya keistimewaan tersendiri karena pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT dibandingkan bulan lain. Sedekah dalam bahasa Arab disebut sadaqah (jamaknya sadaqat) dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai charity.

    Sedekah sendiri adalah semua bentuk pemberian harta yang bertujuan meraih pahala dari Allah SWT. Dengan kata lain, sedekah adalah cara memindahkan sebagian hak milik kita kepada orang lain, sementara keduanya masih hidup, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. (Imam Ghazali Said, Puasa dan Dimensi Fikih-Sufistik, (Pasuruan: Harian Bangsa, 2018), hal. 95).

    Dalil anjuran dan keutamaan bersedekah terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 261;

    مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ۝٢٦١

    Artinya; Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.

    Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan bahwa sedekah yang kita keluarkan di jalan Allah SWT ibarat sebutir biji yang ditanam. Biji itu kemudian diberkahi oleh Allah, dan bisa tumbuh menjadi 700 biji.

    Dalam ayat tersebut ada istilah "anbatat sab’a sanabila", kata-kata ini memakai majaz ‘aqliy, yaitu seolah-olah biji itu yang menumbuhkan sendiri, padahal sebenarnya yang membuat tumbuh dan berkembang hanyalah Allah SWT. Jadi, sedekah kita, sekecil apa pun, bisa berkembang luar biasa karena berkah dari-Nya.

    Lebih jauh, Allah SWT menjelaskan sifat sedekah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang berinfak dengan tujuan taat kepada-Nya. Sedekah untuk meraih ridha Allah, baik berupa ilmu, jihad, persiapan senjata, haji, membela negara, atau melindungi keluarga, digambarkan seperti sebuah biji yang ditanam di tanah subur. Biji itu bisa menumbuhkan tujuh bulir, dan setiap bulir bisa berisi 100 biji.

    Para pakar pertanian menegaskan bahwa biji gandum, padi, atau jagung tidak hanya menghasilkan satu bulir, tapi bisa puluhan bulir, bahkan 40–70 bulir. Setiap bulir bisa mengandung lebih dari 100 biji, dan beberapa bahkan bisa berisi 107 biji. Inilah gambaran nyata tentang bagaimana pahala sedekah bisa dilipatgandakan berkali-kali

    Al-Kalbi menjelaskan bahwa ayat ini turun terkait dengan Utsman bin Affan r.a. dan Abdurrahman bin Auf r.a. Suatu hari, Abdurrahman datang kepada Rasulullah saw sambil membawa 4.000 dirham untuk disedekahkan. Ia berkata, “Saya punya 8.000 dirham, separuh untuk kebutuhan saya dan keluarga, separuh lagi saya sedekahkan karena Allah SWT.”

    Rasulullah saw pun mendoakannya, “Semoga Allah SWT memberkahi uangmu, baik yang kamu pakai sendiri maupun yang kamu sedekahkan.”

    Lebih jauh, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta seseorang. Begitu pun, sikap memberi maaf justru menambah kehormatan, dan siapa pun yang merendahkan diri karena Allah, derajatnya akan diangkat ke tempat mulai.

    Rasulullah saw bersabda: 

    حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ، وَابْنُ، حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ "

    Artinya; Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah saw bersabda: "Sedekah tidak mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah seorang hamba dengan memberi maaf kecuali dengan kehormatan, dan tidaklah seorang pun merendahkan diri karena Allah kecuali Allah mengangkat derajatnya."‏‏ (HR. Muslim No. 2588).

    Tak kalah penting, sedekah Ramadhan dapat pula menjadi sarana menghapus dosa, membuka pintu rezeki, dan menjadi bekal akhirat, sebagaimana Rasulullah SAW paling dermawan di bulan ini.  Kedermawanannya digambarkan cepat seperti angin. 

    Hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas:

    حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، أَخْبَرَنَا ابْنُ شِهَابٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ ـ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ـ يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ، يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم الْقُرْآنَ، فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ ـ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ـ كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ‏.‏

    Artinya; Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ismail, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd, telah memberitakan kepada kami Ibn Shihab, dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah, bahwa Ibn Abbas - semoga Allah meridhainya - berkata: Nabi SAW adalah orang yang paling dermawan di antara manusia, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya, dan Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadan hingga akhir bulan. Nabi SAW membaca Al-Qur'an kepada Jibril, dan ketika Jibril menemuinya, beliau lebih dermawan daripada angin yang kencang. (Shahih Al-Bukhari No. 1902).  

    Hadis ini yang kemudian banyak diikuti oleh kaum Muslimin sehingga mereka berlomba-lomba bersedekah pada bulan suci Ramadhan. Wallahu a’alam

    -------
    Ustadzah Besse Herlina Taha, Pembina Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone


    Komentar
    Additional JS