0
News
    Home Featured Lebaran Sholat Idul Fitri Spesial

    Panduan Sholat Idul Fitri, Lengkap dengan Niat dan Jumlah Bacaan Takbir - NU Online

    5 min read

     

    Panduan Sholat Idul Fitri, Lengkap dengan Niat dan Jumlah Bacaan Takbir


    Sholat Idul Fitri menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam saat Hari Raya Idul Fitri. Ibadah ini dilaksanakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah dan dilanjutkan dengan khutbah setelahnya.

    Meski dianjurkan berjamaah, sholat Idul Fitri tetap boleh dilakukan secara munfarid atau sendiri di rumah, terutama jika terlambat mengikuti jamaah. Sholat secara sendiri dinilai lebih baik daripada tidak melaksanakannya sama sekali.

    Secara umum, tata cara sholat Idul Fitri serupa dengan sholat sunnah lainnya, yakni dua rakaat dengan bacaan yang sama. Perbedaannya terletak pada niat serta jumlah takbir yang dilakukan pada setiap rakaat.

    1. Niat Sholat Idul Fitri


    أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى

    Ushallî sunnatan li 'îdil fithri rak'ataini ma'mûman (jika jadi imam pakai "imaman") lillâhi ta'âlâ

    Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."

    2. Rakaat Pertama
    Takbir pertama (takbiratul ihram) dan doa iftitah:

    Pada rakaat pertama sholat Idul Fitri melakukan tujuh kali takbir dan dzikir. Takbir tersebut tidak termasuk dengan takbiratul ihram. Maka jika di tambah dengan takbiratul ihram jumlahnya jadi delapan kali takbir. Berikut bacaannya:


    اللهُ أَكْبَرُ
    اللهُ أَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا . إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي
    فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْا أَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ
    وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَآنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

     


    Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa'ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil 'Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.

    Setelah itu dilanjutkan dengan tujuh kali takbir tambahan, dengan bacaan dzikir di antara setiap takbir:


    اللهُ أَكْبَرُ . اللهُ أَكْبَرُ كبيرًا، وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا ×7

    Allâhu akbar, Allâhu akbar kabîran, wal hamdulillahi katsîran, wa subhânallâhi bukratan wa ashila

    Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang."
    Atau bisa juga membaca:


    اللهُ أَكْبَرُ . سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ ×7

    Allâhu akbar, Subḫânallâhi wal ḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar, wa lâ ḫawla wa lâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil 'aẓîm.

    Setelah itu membaca Surat Al-Fatihah, kemudian disunnahkan membaca Surat Al-A’la, lalu dilanjutkan ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga berdiri menuju rakaat kedua.

    3. Rakaat Kedua
    Pada rakaat kedua melakukan hal yang sama dengan rakaat pertama namun dengan jumlah takbir yang berbeda yaitu sebanyak lima kali takbir. Kemudian membaca Surat Al-Fatihah dan dianjurkan membaca Surat Al-Ghasiyah. Selanjutnya dilanjutkan ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

    4. Mendengarkan Khutbah
    Setelah sholat selesai, jamaah dianjurkan untuk tidak langsung pulang, tetapi mendengarkan khutbah Idul Fitri sampai selesai, kecuali jika sholat dilakukan sendiri.

    Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadits:

     

    السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس

    "Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada sholat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk." (HR Asy-Syafi'i)

    Khatib disunnahkan memulai khutbah pertama dengan takbir sembilan kali dan khutbah kedua dengan takbir tujuh kali.
    Tulisan ini dikutip dari artikel keislaman sebagaimana dimuat di NU Online.


    Komentar
    Additional JS