Arab Saudi Tingkatkan Layanan Haji, Pengawasan Tenaga Kerja Musiman Diperketat - Repuy
Arab Saudi Tingkatkan Layanan Haji, Pengawasan Tenaga Kerja Musiman Diperketat
Fernan Rahadi/Republika Petugas menyambut jamaah haji Indonesia yang tiba di hotel Makarem Haram View Suites Madinah, Arab Saudi, Rabu (22/4/2026). Sebanyak 360 orang jamaah haji Indonesia kloter pertama Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) telah tiba di Madinah. Para jamaah langsung menuju hotel. Penyambutan hangat dilakukan kepada para jamaah haji setibanya di hotel dengan memberikan welcome drink berupa air zamzam dan kurma, taburan bunga, tangkai mawar, hingga pemberian suvenir.
REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi mulai menerapkan rencana operasional untuk musim haji tahun ini. Sejumlah inisiatif disiapkan guna meningkatkan kualitas layanan sekaligus memastikan kenyamanan jamaah di Tanah Suci.
Asisten Menteri Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial untuk Layanan Bersama Arab Saudi, Ismail bin Saeed Al-Ghamdi, mengatakan telah melakukan persiapan sejak dini. Fokus utama diarahkan pada kesiapan lapangan, pemanfaatan teknologi modern, serta peningkatan kapasitas tenaga kerja nasional.
“Ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum pasar tenaga kerja selama musim tersebut dengan mengintensifkan inspeksi di Makkah, Madinah, dan tempat-tempat suci, memantau kepatuhan terhadap peraturan, dan mengawasi pengendalian kerja musiman untuk membantu mengatur lingkungan kerja dan meningkatkan layanan,” ujar Al-Ghamdi seperti dilaporkan Arab News, Rabu (22/4/2026).
Selain itu, kementerian memanfaatkan platform digital Ajeer untuk mengelola tenaga kerja musiman. Platform ini menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan penyedia layanan haji sehingga kebutuhan operasional dapat terpenuhi secara efisien.
Dalam aspek layanan digital, pemerintah juga menghadirkan berbagai fitur inklusif melalui aplikasi terpadu. Layanan tersebut mencakup penerjemahan bahasa isyarat, bantuan visual, panduan spasial, hingga kanal pelaporan pelanggaran dan kondisi darurat. Fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas, terutama bagi jamaah lansia dan penyandang disabilitas.
Halaman 2 / 2
Di bidang sosial, pusat pengembangan masyarakat meluncurkan sejumlah inisiatif sukarela, termasuk program Anwart. Program ini memberikan pendampingan dan dukungan bagi jamaah, khususnya kelompok rentan.
Tak hanya itu, pusat penitipan anak di Makkah dan Madinah juga disiapkan untuk melayani anak-anak jamaah maupun pekerja. Fasilitas ini diharapkan membantu orang tua menjalankan ibadah dengan lebih tenang.
Kementerian turut menggencarkan kampanye kesadaran publik secara multibahasa. Kampanye ini mengedukasi jamaah tentang risiko praktik mengemis selama musim haji, sekaligus mendorong penggunaan saluran donasi resmi dan pelaporan pelanggaran.
Seluruh upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji. Langkah ini juga sejalan dengan target Visi Saudi 2030 untuk menghadirkan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan terorganisasi bagi jutaan jamaah dari seluruh dunia.
00:00
00:00
01:26
Berita Terkait
Daftar Barang yang Dilarang Dibawa Jamaah Haji, dari Rice Cooker Sampai Power Bank
Ihram - -376 detik yang lalu
Dokter Sarankan Jamaah Haji Gunakan Tabir Surya SPF 50 Hingga 80
Ihram - 50 menit yang lalu
Berburu Keberkahan di Usia Senja, Penantian Belasan Tahun Guru Agama Berhaji Terbayar Tuntas
Ihram - 53 menit yang lalu
Berkat Fast Track, Kloter dari Jakarta Tiba Lebih Dulu di Hotel Madinah
Ihram - 1 jam yang lalu
13 Calon Jamaah Gagal Berangkat, Menhaj Tegaskan Haji Wajib Pakai Visa Resmi
Ihram - 2 jam yang lalu