0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Haji Spesial Tangerang

    Menabung 13 Tahun, Guru SD Tangerang Akhirnya Berangkat Haji - Tribunnews

    4 min read

     

    Menabung 13 Tahun, Guru SD Tangerang Akhirnya Berangkat Haji

    IBADAH HAJI 2026 — Jemaah haji kloter pertama Embarkasi Banten (JKB-01) bersiap berangkat di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (22/4/2025). Muhammad, 69 tahun, pensiunan guru SD asal Ciledug, Tangerang, akhirnya menjadi salah satu jemaah setelah menabung selama 13 tahun.

    Ringkasan Berita:

    • Muhammad, pensiunan guru SD, menabung selama 13 tahun demi wujudkan impian haji di usia senja.
    • Bersama sang istri, Masroni, ia tergabung kloter pertama Embarkasi Banten dengan 391 jemaah resmi.
    • Meski fisik menurun, Muhammad tetap berharap bisa menunaikan rukun haji secara prima di Tanah Suci.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Langkah Muhammad terlihat pelan saat memasuki area keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (22/4/2026).

    Meski lelah, wajahnya memancarkan kebahagiaan. Di sampingnya, sang istri, Masroni (62), berjalan sambil menggenggam tongkat yang dibawanya dari rumah.

    Muhammad, 69 tahun, adalah pensiunan guru SD di kawasan Ciledug, kota Tangerang, Banten.

    Ia tergabung dalam kloter pertama Embarkasi Banten (JKB-01).

    Selama 13 tahun, ia menabung sedikit demi sedikit demi mewujudkan impian berangkat ke Tanah Suci.

    “13 tahun saya menunggu,” kata Muhammad.

    Muhammad telah mengabdi sebagai guru agama di SD selama 37 tahun. Ia pensiun pada 2017, sambil terus menabung untuk haji.

    “Menabung dari jadi guru, guru SD,” ujarnya.

    Tak banyak yang dibawa Muhammad dan Masroni. Hanya satu kursi lipat kecil dan tongkat untuk menopang perjalanan ibadah.

    “Ya buat istri, buat nanti pas takut-takut kecapean,” ucap Muhammad.

    Baca juga: Meski Lolos di Bandara, Menhaj Pastikan Jemaah Haji Ilegal Tak Bisa Beribadah di Tanah Suci

    Kondisi fisiknya memang mulai menurun.

    Latihan jalan kaki sudah ia lakukan, namun tubuhnya sempat drop setelah vaksinasi meningitis.

    “Fisik sekarang sudah mulai menurun,” katanya.

    Meski begitu, Muhammad tetap berharap bisa menunaikan rukun haji secara prima.

    “Yang penting rukun sama yang wajib. Yang sunnah, kalau bisa kita kerjakan, ya kita kerjakan,” ujarnya.

    Sebagai informasi, kloter pertama Embarkasi Cipondoh ini berjumlah 391 jemaah yang dinyatakan siap secara fisik dan mental untuk menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

    Pada tahun 2026, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 jemaah.

    Berdasarkan data aplikasi Nusuk Masar, kuota tersebut terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler (92 persen) dan 17.680 jemaah haji khusus (8 persen).

    Kisah Muhammad dan Masroni menjadi potret perjuangan panjang seorang guru SD yang menabung sejak masa aktif mengajar hingga pensiun.

    Penantian 13 tahun itu akhirnya terwujud di usia senja, memberi inspirasi bagi banyak orang bahwa impian ke Tanah Suci bisa dicapai dengan kesabaran dan ketekunan.

    Komentar
    Additional JS