0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Haji Menhaj Spesial

    Menhaj Ungkap 2 Alasan Pejabat Tak Bisa Jadi Petugas Haji - Kompas

    3 min read

    Menhaj Ungkap 2 Alasan Pejabat Tak Bisa Jadi Petugas Haji



    MEDAN, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan alasan pejabat di atas eselon IV hingga kepala daerah tak bisa menjadi petugas haji.

    "Tentu pejabat di atas eselon IV, apa lagi bupati kan mereka punya tugas yang luar biasa di daerahnya," kata Gus Irfan saat diwawancarai di Asrama Haji, Kota Medan, Jumat (30/1/2026) malam.

    Gus Irfan mengungkapkan dua alasan pejabat dan kepala daerah tidak bisa menjadi petugas haji dalam jangka waktu dua bulan.

    "Pertama, enggak akan mungkin dia bertugas selama dua bulan. Kedua, tentu tugasnya sangat berat di bulan itu dan ya kita tahu lah pejabat tentu agak sulit untuk bisa melaksanakan tugas-tugas yang berat," ungkap Gus Irfan.

    Full Fasilitas, Intip Bus Pengangkut Jemaah Haji Indonesia dari Bandara Madinah

    Baca juga: Menhaj Gus Irfan Minta Tak Ada Lagi Bupati-Gubernur Jadi Petugas Haji

    Maka dari itu, dia memastikan hanya eselon IV yang bisa menjadi petugas haji di daerah.

    Sebelumnya, Gus Irfan telah menegaskan agar tidak ada lagi wali kota, bupati dan gubernur yang menjadi petugas haji.

    Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara konsolidasi penyelenggaraan haji di Asrama Haji Kota Medan pada Jumat (30/1/2026).

    "Tahun kemarin masih ada bupati yang menjadi petugas haji, masih ada wali kota bahkan ada gubernur yang juga menjadi petugas haji," kata Gus Irfan.

    Baca juga: KPK Imbau Biro Travel Haji Khusus Tak Ragu Kembalikan Duit Jual Beli Kuota

    "Tahun ini kami berharap tidak ada lagi pejabat-pejabat yang menjadi petugas haji daerah," sambungan.

    Gus Irfan pun menjelaskan, salah satu syarat para petugas haji di daerah ialah pangkat tertinggi eselon IV

    "Jadi petugas haji di daerah itu paling tinggi pangkatnya adalah eselon IV. Tidak ada eselon III, tidak ada eselon II, apalagi eselon I," ucap Gus Irfan.

    "Kenapa? Karena kita ingin mereka benar-benar memberikan pelayanan baik bagi jemaah haji," tambahnya.

    Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan memastikan bahwa mereka yang menjadi petugas haji di daerah adalah orang-orang yang benar-benar melayani.

    Di samping itu, Gus Irfan menuturkan sudah menutup diklat PPIH untuk Arab Saudi yang sudah berlangsung selama 20 hari. Namun, pihaknya akan menambah proses diklat 10 hari lagi.

    "Materi yang disampaikan pertama tentang pembenahan fisik, kedua pembinaan disiplin, ketiga bounding kebersamaan, keempat orientasi tugas, dan kelima tentang apa yang akan dihadapi di Saudi, dan terakhir pelatihan bahasa Arab," ungkapnya.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Keterbatasan Fisik Tak Menyurutkan Langkah Mbah Sarjo untuk Berhaji

    Komentar
    Additional JS