Praka Farizal Ternyata Dibom Israel Saat Shalat Isya - Republika
Praka Farizal Ternyata Dibom Israel Saat Shalat Isya
REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO - Gugurnya Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon dalam misi perdamaian PBB di Lebanon menyisakan duka mendalam. Kronologi peristiwa tersebut terjadi saat almarhum tengah menunaikan ibadah salat Isya di area penugasan pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) atau di pos jaga pasukan yang berada di dekat Adchit Al Qusayr, Ahad (29/3/2026) waktu setempat.
Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Kolonel Inf Dimar Bahtera mengungkapkan kronologi ini saat melayat ke rumah duka di Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY. "Jadi (kejadiannya terjadi -Red) ketika shalat Isya, yang bersangkutan sedang melaksanakan sholat dan di situ sedang ada mortir artileri yang jatuh di samping masjid," kata Kolonel Inf Dimar saat diwawancarai di rumah duka, Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga :
Tiga Prajurit TNI Gugur Dibunuh Israel, BSMI: PBB Seharusnya Melindungi Pasukan PerdamaianSerangan mortir tersebut diduga berasal dari tentara Israel yang tengah terlibat dalam eskalasi konflik di wilayah tersebut. Ledakan terjadi sangat dekat dengan lokasi ibadah dan menyebabkan Farizal gugur di tempat.
Setelah kejadian, jenazah almarhum dievakuasi ke East Sector Headquarters (HQ) UNIFIL. Di lokasi tersebut, akan dilakukan sholat jenazah serta penghormatan dari rekan satu regu.
"Baru nanti direncanakan untuk dievakuasi ke rumah sakit di Beirut, kalau tidak salah. Nanti di situ baru dilakukan autopsi standar yang rumah sakit lebih lengkap," ucapnya.

Proses autopsi juga akan dilakukan oleh pihak PBB sebelum tahapan pemulangan jenazah ke Indonesia. "Nah, itu (autopsi) kemungkinan baru bisa dilakukan besok jika keadaannya dia kondusif. Nah, setelah itu baru nanti dilaksanakan proses repatriasi oleh PBB,"kata dia.
"Tahapan repatriasi itu ada beberapa tahapan yang harus dilakukan di PBB, dokumen-dokumen. Nah, setelah itu mekanismenya cukup, baru nanti diterbangkan ke Indonesia," ujar Dimar menambahkan.
Rencananya, pemulangan jenazah akan melalui negara transit seperti Mesir atau Yordania, mengingat keterbatasan penerbangan sipil akibat konflik di kawasan Timur Tengah tengah terjadi saat ini. Setibanya di Indonesia, almarhum akan mendapatkan penghormatan militer sebelum dimakamkan di kampung halamannya di Kulon Progo, sesuai permintaan keluarga. Namun, belum bisa dipastikan kapan jenazah akan tiba.
"Pemakamannya di sini (Pemakaman Umum Kulon Progo -Red) sesuai dengan permintaan keluarga. Penghormatan dari negara itu ada upacara kehormatan, penghormatan pemakaman secara militer. Dan nanti saya rencananya yang akan memimpin upacara. Saya langsung diutus dari, dari pimpinan, dari Presiden, dari Panglima TNI, dari Kasad," ujarnya.
Tembakan dari tank pasukan penjajahan Israel (IDF) disebut jadi penyebab gugurnya prajurit TNI anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon. Hal ini terungkap dari investigasi sementara PBB.
The Times of Israel melansir penjaga perdamaian tersebut terbunuh pada Ahad malam ketika sebuah proyektil yang tidak diketahui asalnya “meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit al Qusayr.”
Sumber di PBB kemudian mengatakan bahwa penyelidikan telah menunjukkan bahwa tembakan berasal dari sebuah tank Israel, dan menambahkan bahwa “puing-puing dari peluru tank telah ditemukan” di lokasi tersebut.
Halaman 2 / 3
Panglima TNI Siapkan Kenaikan Pangkat
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bertakziah ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, prajurit yang gugur dalam tugas perdamaian di Lebanon pada Senin (30/3/2026) waktu setempat. Gugurnya prajurit TNI dalam dalam misi perdamaian ini meninggalkan duka mendalam bagi seluruh Indonesia.
Pantauan Republika pada Rabu (1/4/2026), Panglima TNI bersama istrinya tiba di rumah duka di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat sekitar pukul 12.35 WIB yang langsung disambut pihak keluarga. Pihak keluarga pun tak kuasa menahan tangis di hadapan Jenderal TNI Agus dan istrinya usai orang yang dicintainya gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
Selain Kapten Zulmi, dua prajurit TNI lainnya yakni Sertu Muhammad Nur Ichwan dan Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam misi perdamaian di Lebanon. Mereka tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (KONGA) XVIII-S untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), pasukan perdamaian Indonesia yang ditempatkan di Lebanon Selatan.
"Kami di TNI mengucapkan turut duka cita yang mendalam. Ini adalah prajurit-pranurit TNI terbaik yang sedang melaksanakan misi perdamaian di Lebanon," kata Jenderal Agus kepada wartawan.

Panglima TNI menyampaikan semua hak-hal bagi ketiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas di Lebanon itu akan diberikan sepenuhnya. Seperti santunan risiko kematian khusus (SRKK) dari PT ASABRI hingga beasiswa untuk anak-anak prajurit tersebut.
"Dari ASABRI akan diberikan Rp350 juta, beasiswa untuk anak-anaknya Rp30 juta, sekolah akan diperhatikan sampai besar dan gaji 12 bulan 100 persen diberikan. Jaminan hari tua dihitung terhitung mulai tugas," terang Panglima TNI.
Ketiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon juga bakal mendapapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atau Kenaikan Pangkat Anumerta. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan negara atas dedikasi dan pengorbanan prajurit.
"Kami memberikan KPLB kepada seluruhnya," ucap Panglima TNI.
Sementara itu ayah Kapten Zulmi, Iskandar Rudi menyampaikan apresiasinya kepada Panglima TNI yang sudah datang langsung memberikan ucapan duka dan doa untuk anaknya yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI yang turun ke rumah duka," kata Iskandar.
Halaman 3 / 3
Praka Farizal Romadhon adalah anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda. “Semasa dinas almarhum dikenal sangat rajin beribadah. Orangnya ramah, loyalitas sangat tinggi kepada atasan,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Iskandar Muda Kolonel Inf T Mustafa Kamal di Banda Aceh, Selasa.
Mustafa Kamal menjelaskan, almarhum mendapat tugas pertama sebagai prajurit di Aceh, dan pada bulan April tahun 2026 ini, ia akan genap sembilan tahun mengabdi sebagai prajurit TNI di Tanah Rencong.
Menurut Mustafa Kamal, kepergian almarhum yang gugur dalam menjalankan tugas negara yang tergabung dengan Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tidak hanya dirasakan oleh keluarga dan segenap jajaran TNI, tapi juga oleh seluruh bangsa Indonesia.
Praka Farizal Romadhon meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila, dan seorang anak, Shanaya Almahyra Elshanu yang berumur dua tahun. Mereka saat ini berdomisili di Asrama militer Kima Yonif 113/JS Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.
“Informasi yang kami peroleh almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya,” kata Kapendam IM, Mustafa Kamal.
Ia menuturkan dedikasi dan loyalitas yang ditunjukkan almarhum selama mengemban misi perdamaian dunia di Lebanon adalah bukti nyata profesionalisme prajurit TNI di tingkat internasional.
“Kodam Iskandar Muda siap memberikan yang terbaik kepada keluarga prajurit TNI yang gugur dalam mengemban tugas mulia untuk negara dan bangsa. TNI menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Seluruh hak-hak prajurit yang gugur maupun yang terluka akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia menambahkan pengorbanan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas menjaga perdamaian dunia bukan tanpa risiko, tetapi tetap dijalankan dengan penuh kehormatan dan tanggung jawab demi nama baik bangsa dan negara.