0
News
    Update Haji
    Home Amalan Featured Hari Jum'at Spesial Surah Al-Kahfi

    Amalan Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat: Keutamaan, Hikmah, dan Anjuran Ulama - Lirboyo

    4 min read

     

    Amalan Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat: Keutamaan, Hikmah, dan Anjuran Ulama

    Hari Jumat adalah hari yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Rasulullah saw. bersabda:

    خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

     “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Nabi Adam as. diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim)

    Hadis ini menegaskan bahwa hari Jumat memang bukan sekadar hari biasa, melainkan momentum agung yang telah menjadi saksi atas banyak peristiwa besar dalam sejarah manusia, sekaligus hari yang berkaitan erat dengan datangnya hari kiamat.

    Baca Juga: Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Mandi Wajib

    Dalam khazanah keilmuan Islam, para ulama menjelaskan bahwa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat memiliki hikmah yang mendalam. Disebutkan bahwa hari kiamat akan terjadi pada hari Jumat, sehingga hari tersebut memiliki kemiripan dengan suasana berkumpulnya manusia.

    Di dalam Surah Al-Kahfi sendiri terdapat gambaran tentang berbagai peristiwa besar, termasuk isyarat dan pelajaran terkait hari akhir. Karena itu, membaca surah ini menjadi pengingat bagi seorang Muslim untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.

    Penjelasan ini adalah keterangan yang Syekh Wahbah az-Zuhaili uraikan dalam kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, yang menekankan bahwa kandungan Surah Al-Kahfi selaras dengan makna spiritual hari Jumat.

    Baca Juga: Hukum Menunda Qadha Puasa hingga Ramadan Berikutnya: Wajib Fidyah?

    Perlindungan dari Fitnah Dajjal

    Salah satu keutamaan besar membaca Surah Al-Kahfi adalah perlindungan dari fitnah Dajjal. Hal ini sebagaimana Imam Syafi’i ungkapkan dalam karya monumentalnya Al-Umm.

    Beliau menyampaikan bahwa terdapat riwayat:

    “Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi, maka ia akan dilindungi dari fitnah Dajjal.”

    Fitnah Dajjal terkenal sebagai ujian terbesar menjelang hari kiamat. Dengan demikian, membaca Surah Al-Kahfi menjadi amalan preventif untuk menjaga keimanan umat islam.

    Anjuran Memperbanyak Shalawat di Hari Jumat

    Pada hari Jum’at, selain membaca Surah Al-Kahfi, umat Islam juga mendapat anjuran untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad saw pada hari Jumat. Dalam riwayat yang Imam Syafi’i sampaikan, Rasulullah saw. bersabda:

    أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ

     “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat.”

    Imam Syafi’i sendiri menegaskan bahwa beliau sangat menyukai memperbanyak shalawat setiap waktu, namun beliau akan lebih menekankan lagi membacanya pada hari Jumat dan malamnya. Hal ini menunjukkan bahwa Jumat adalah waktu emas untuk memperbanyak dzikir dan doa.

    Baca Juga: Tata Cara Bersuci di Kamar Mandi Terminal atau SPBU Menurut Fiqih

    Waktu Terbaik Membaca Surah Al-Kahfi

    Para ulama menganjurkan membaca Surah Al-Kahfi sejak malam Jumat (Kamis malam) hingga siang hari Jumat. Rentang waktu ini memberikan keleluasaan bagi umat Islam untuk mengamalkannya sesuai kemampuan. Tidak lupa juga, konsistensi dalam membaca Surah Al-Kahfi setiap pekan menjadi bagian dari rutinitas ibadah yang ringan, namun memiliki dampak besar bagi kekuatan iman dan kesiapan menghadapi kehidupan akhirat.

    Amalan Ringan, Dampak Besar

    Membaca Surah Al-Kahfi di hari Jumat bukan sekadar tradisi, melainkan amalan yang memiliki dasar kuat dalam hadis dan penjelasan ulama. Dengan menghidupkan amalan ini, seorang Muslim tidak hanya meraih pahala, tetapi juga mendapatkan perlindungan dari fitnah besar serta pengingat akan kehidupan akhirat.

    Di tengah kesibukan dunia, menjadikan Jumat sebagai momentum doa dan dzikir—termasuk membaca Surah Al-Kahfi dan memperbanyak shalawat—adalah langkah sederhana untuk menjaga hati tetap dekat dengan Allah.

    Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

    Komentar
    Additional JS