Kementerian Haji dan Umrah Memperketat Pengawasan Logistik Puncak Haji 2026 -
Kementerian Haji dan Umrah Memperketat Pengawasan Logistik Puncak Haji 2026
Fajar Nugroho
Author
Smallest Font
Largest Font
Kementerian Haji dan Umrah memperketat pengawasan logistik serta mobilisasi jemaah menjelang fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi di seluruh titik layanan Arab Saudi pada Senin, 18 Mei 2026.
Langkah ini diambil pemerintah untuk memastikan perlindungan dan pelayanan berjalan lebih cepat, terukur, serta responsif, sebagaimana dilansir dari Nasional. Otoritas mencatat gelombang keberangkatan dari Tanah Air saat ini telah mencapai 464 kloter yang mencakup 179.463 jemaah dan 1.851 petugas.
Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Mekah juga terus dilakukan bertahap dengan jumlah mencapai 455 kloter, terdiri atas 175.682 jemaah dan 1.820 petugas. Sementara itu, kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah menyentuh 190 kloter dengan 72.904 jemaah dan 759 petugas, sedangkan jemaah haji khusus tercatat sebanyak 12.180 orang.
Fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) diproyeksikan dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 atau 8 Zulhijjah 1447 H. Guna mengantisipasi kepadatan saat pergerakan massal ke Arafah, pemerintah menerapkan strategi penguatan layanan konsumsi melalui skema makanan siap santap bercita rasa Nusantara.
"Bagi kami, konsumsi bukan sekadar penyediaan makanan, melainkan bagian penting dari ikhtiar menghadirkan pelayanan terbaik agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang, sehat, dan khusyuk," ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.
Selama fase Armuzna, jemaah Indonesia akan mendapatkan total 15 porsi makanan dari pihak Syarikat, ditambah pasokan katering 6 porsi pada fase pra dan pasca-Armuzna tanggal 24, 25, dan 30 Mei 2026. Distribusi paket makanan ke hotel-hotel di Mekah dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2026 dengan pengawasan ketat mulai dari produksi hingga pengemasan higienis.
Di sisi lain, manajemen kesehatan juga diperketat oleh Petugas Kesehatan Haji Indonesia melalui edukasi aktif dari tingkat hotel hingga fasilitas rujukan. Jemaah, khususnya lansia dan risiko tinggi, diimbau keras tidak memaksakan aktivitas tidak mendesak di luar hotel pada siang hari demi menjaga kondisi fisik.
Editors Team


0
Like
0
Dislike
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow