0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Haji Masjid Nabawi Spesial Tips & Tricks

    Lantai di Masjid Nabawi Lebih Panas! Picu Kaki Melepuh, Ini Cara Pertolongan Pertama -, Tribunnews

    5 min read

     

    Lantai di Masjid Nabawi Lebih Panas! Picu Kaki Melepuh, Ini Cara Pertolongan Pertama

    Ringkasan Berita:
    • Suhu udara di Kota Nabi itu kini mencapai 39 hingga 42 derajat Celsius pada siang hari.
    • Permukaan lantai di Masjid Nabawi dapat menjadi sangat panas saat terpapar matahari langsung.
    • Jemaah haji diingatkan untuk lebih waspada kaki melepuh. 


     
    TRIBUNNEWS.COM - Cuaca panas dirasakan jemaah haji di Kota Madinah, Arab Saudi. Suhu di Kota Nabi ini menunjukkan peningkatan signifikan dari 39 hingga 42 derajat Celsius pada siang hari.

    Risiko kesehatan terjadi akibat cuaca panas yang langsung dialami adalah kaki melepuh akibat panasnya lantai di Masjid Nabawi

    Berbeda dengan Masjidil Haram, permukaan lantai di Masjid Nabawi dapat menjadi sangat panas saat terpapar matahari langsung.

    Baca juga: Waspadai Heatstroke, Jemaah Haji Diimbau Rutin Minum: 2 Teguk per 5 Menit

    "Lumrah (kaki melepuh) terjadi di Madinah karena lantai Masjid Nabawi dengan Masjidil Haram berbeda. Kalau di Nabawi sering terjadi jemaah terpapar lantai yang panas sehingga terkena risiko melepuh," ujar Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr Enny Nuryanti.

    MASJID NABAWI - Sejumlah jemaah beribadah di Masjid Nabawi, Minggu (3/5/2026).
    MASJID NABAWI - Sejumlah jemaah beribadah di Masjid Nabawi, Minggu (3/5/2026). (Media Center Haji 2026)

    Enny menyarankan jemaah selalu membawa kantong plastik untuk menyimpan sandal atau sepatu saat memasuki area masjid, sehingga mudah digunakan kembali setelah keluar. 

    Hal ini penting mengingat banyak jemaah kehilangan alas kaki dan terpaksa berjalan di atas lantai panas.

    Risiko ini juga lebih tinggi pada jemaah dengan penyakit diabetes yang mengalami neuropati, yakni penurunan sensitivitas saraf. 

    Kondisi tersebut membuat penderita tidak merasakan panas di telapak kaki hingga akhirnya mengalami luka melepuh tanpa disadari.

    Jika sampai terjadi kaki melepuh, Enny mengimbau jamaah langsung dibawa ke pos kesehatan terdekat atau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah untuk ditangani dokter. 

    Ia pun memberikan tips pertolongan pertama jika jamaah mengalami kaki melepuh.

    "Langsung saja siram dengan air dingin, bahkan kalau bisa air es," kata Enny.


    Risiko Heat Stroke 

    WASPADA HEAT STROKE - Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr Enny Nuryanti saat diwawancarai terkait heat stroke dan kaki melepuh akibat cuaca panas di Kota Madinah, Minggu (3/5/2026).
    WASPADA HEAT STROKE - Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr Enny Nuryanti saat diwawancarai terkait heat stroke dan kaki melepuh akibat cuaca panas di Kota Madinah, Minggu (3/5/2026). (Media Center Haji 2026)

    Dengan suhu yang terus meningkat, jemaah haji diimbau lebih disiplin menjaga kesehatan agar tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman. 


    Kondisi ini mendorong petugas kesehatan mengingatkan jemaah haji untuk lebih waspada terhadap berbagai risiko kesehatan, terutama heat stroke dan kaki melepuh akibat paparan panas ekstrem.

     menjelaskan, heat stroke merupakan kondisi serius yang terjadi ketika suhu tubuh seseorang mencapai 40 derajat Celsius atau lebih akibat paparan sinar matahari berlebih.

    "Gejala heat stroke antara lain pusing, mual, muntah, hingga kejang," ujarnya saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Minggu (3/5/2026) Waktu Arab Saudi. 

    Minum Oralit hingga Batasi Aktivitas di Luar 

    KKHI jemaah haji 2026
    BAGI MASKER - Sejumlah petugas haji membagikan masker dan oralit kepada jemaah di Masjid Nabawi. Langkah ini unyuk mencegah heat stroke. Jemaah diimbau menjaga asupan cairan dengan minum minimal 200 mililiter air setiap jam, bahkan bila perlu ditambah oralit. 

    Jika mengalami hal tersebut, jemaah harus segera mencari tempat teduh dan menurunkan suhu tubuh, misalnya dengan menyemprotkan air ke wajah

    Untuk mencegah heat stroke, jemaah diimbau menjaga asupan cairan dengan minum minimal 200 mililiter air setiap jam, bahkan bila perlu ditambah oralit. 

    Selain itu, jemaah disarankan mengenakan pakaian longgar agar sirkulasi udara lancar serta rutin membasahi bagian tubuh yang terbuka.

    Ia juga mengingatkan agar jemaah membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat siang hari. 

    "Untuk jemaah haji diharapkan Shalat dhuhur dan Shalat Ashar itu di dalam hotel saja," katanya.

    (*)

    Komentar
    Additional JS