PPIH Bentuk Timsus Mina Demi Optimalkan Pelindungan Jemaah Haji /Babel Insight
PPIH Bentuk Timsus Mina Demi Optimalkan Pelindungan Jemaah Haji
Karina Maharani
Author
Smallest Font
Largest Font
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi membentuk Tim Khusus Mina untuk mengoptimalkan layanan pelindungan jemaah saat puncak haji. Langkah ini diambil untuk membantu pergerakan jemaah haji Indonesia, terutama lansia dan jemaah sakit, seperti dikutip dari Cahaya.
Para jemaah tersebut akan mendapatkan pengawalan intensif saat tiba di Mina setelah menempuh perjalanan dari Muzdalifah. Pembentukan tim ini diharapkan membuat layanan penyambutan, pemantauan, dan pengamanan jemaah di Mina berjalan lebih optimal saat fase terpadat ibadah haji.
Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Satop Armuzna sekaligus Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, mengatakan Timsus Mina berisi personel Linjam berpengalaman. Anggota tim tersebut minimal pernah bertugas satu kali pada penyelenggaraan haji sebelumnya.
Menurut Harun, pengalaman petugas menjadi modal penting karena fase Mina membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan memahami karakter pergerakan jemaah.
"Rekan-rekan ini diberangkatkan pada tanggal 8 Zulhijah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. Dengan skema ini, tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jemaah haji tiba," ujar Harun usai mengecek jalur pergerakan dari Mina menuju Jamarat, Minggu (17/5/2026).
Tugas utama Timsus Mina mencakup pengawasan, penyambutan, dan pemantauan pergerakan jemaah haji. Tim ini akan bersiaga saat jemaah haji tiba dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqobah.
Selain itu, Timsus Mina juga disiapkan untuk menyambut jemaah haji yang menggunakan skema murur atau melintas dari Arafah. Fase kedatangan jemaah di Mina dinilai sangat krusial karena berpotensi menimbulkan kepadatan dan kelelahan fisik yang tinggi.
Terkait pemetaan wilayah maktab, Harun menyebut sebagian besar jemaah haji Indonesia akan menempati Zona 3 dan Zona 5 di dekat Terowongan Muaisim. Jemaah tersebut terbagi dalam 61 markas yang mencakup maktab kecil di wilayah bawah hingga maktab besar di wilayah atas.
Pemetaan wilayah ini menjadi bagian penting agar petugas dapat mengarahkan jemaah dengan lebih tepat selama berada di Mina.
Harun juga menjelaskan rencana penempatan jemaah dengan skema tanazul. Tanazul merupakan skema bagi jemaah yang langsung pulang ke hotel setelah melontar jumrah Aqobah.
Menurut Harun, jemaah dengan skema tanazul rencananya akan ditempatkan di Zona 5. Namun, skema tersebut masih dalam tahap perumusan final sebelum diumumkan secara serentak.
Imbauan Jalur Lontar Jumrah
PPIH Arab Saudi mengimbau jemaah haji yang tinggal di tenda Mina agar tidak berpindah lantai saat melaksanakan prosesi melontar jumrah. Imbauan ini disampaikan untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pergerakan massa di area Jamarat.
Harun mengatakan, jemaah yang tinggal di tenda Mina diprioritaskan melaksanakan jamarat di lantai 3.
"Bagi jemaah haji yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai 3. Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. Tanyakan kepada petugas di lokasi arah kembali ke tenda, karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim," tegas Harun.
Jarak perjalanan bolak-balik melalui dua Terowongan Muaisim diperkirakan sekitar 4,5 kilometer. Jarak tersebut perlu menjadi perhatian jemaah, terutama lansia, jemaah sakit, dan jemaah dengan kondisi fisik terbatas.
PPIH berharap orientasi jalur yang matang dapat membantu jemaah memahami arah pergerakan dari tenda Mina menuju Jamarat dan kembali ke tenda. Kesiapan Timsus Mina juga diharapkan membuat rangkaian puncak haji berlangsung aman, efektif, dan efisien.
Editors Team


0
Like
0
Dislike
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow