Skors Dicabut, Pleno Muktamar NU Kembali Digelar untuk Pilih AHWA - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang pleno Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) kembali dilanjutkan setelah skors dicabut, Minggu (30/8/2026). Agenda sidang selanjutnya yakni pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
"Dengan demikian skor yang tadi kita tetapkan, sekarang skors saya cabut kembali," ujar salah pimpinan sidang pleno M Nuh, dilansir dari YouTube Muktamar ke-35 NU.
Baca juga: Massa Aksi Mulai Mundur, Pagar Nusa Masih Berjaga di Ruang Pleno Muktamar NU
Pemilihan AHWA menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Berdasarkan mekanisme yang telah disepakati dalam Muktamar ke-35 NU, AHWA akan dipilih terlebih dahulu sebelum proses pemilihan Ketua Umum PBNU.
Puan Maharani Respons Rencana Kaesang Pangarep Maju Pileg 2029 di Dapil V Jawa Tengah
Setelah AHWA terbentuk, anggota AHWA akan bersidang untuk menetapkan Rais Aam PBNU periode berikutnya.
Baca juga: Hasil Voting Muktamar ke-35 NU: Ketum Tak Lagi Dipilih Langsung, tapi Ditunjuk AHWA
Selanjutnya, setelah Rais Aam terpilih, proses pencalonan Ketua Umum PBNU dilanjutkan. Calon Ketua Umum PBNU yang telah masuk dalam daftar lima nama dengan dukungan terbanyak harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih.
Setelah itu, nama yang yelah direstui Rais Aam akan dilempar kembali ke forum Muktamar untuk dipilih secara musyawarah mufakat.
Namun apabila tidak terjadi pemufakatan, penunjukkan Ketum PBNU akan diberikan kepada AHWA.
Baca juga: Muktamar Ke-35 NU Ricuh, Panitia Kerahkan Pagar Nusa Jaga Sidang Pleno
Sebelumnya, sidang pleno sempat diskors setelah aksi massa memprotes ketentuan syarat bakal calon Ketua Umum PBNU. Massa sempat mengepung ruang sidang di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang.
Aksi tersebut dipicu perdebatan mengenai aturan masa jeda bagi mantan pejabat politik yang hendak mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU. Situasi kemudian berangsur kondusif dan massa mulai meninggalkan lokasi.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Batas akses KARIN
Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Khusus Member
Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
War Tiket Kemerdekaan Istana Tembus 336 Ribu Pendaftar, Pemerintah Tambah Kuota 3.400 Kursi