0
News
    Home Aceh Berita Featured Gus Baha Spesial

    Berkunjung ke Aceh, Gus Baha: Semua Versi Sejarah Menulis Islam Pertama Ada di Aceh - AcehNews

    3 min read

     

    Berkunjung ke Aceh, Gus Baha: Semua Versi Sejarah Menulis Islam Pertama Ada di Aceh

    Banda Aceh, acehnews.id -- Ulama kharismatik KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha dijadwalkan mengisi kajian di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, Rabu malam 11 Februari 2026.

    Dalam momentum kunjungan perdananya ke Tanah Rencong, Gus Baha menyampaikan pernyataan yang mengundang perhatian. Ia mengaku datang ke Aceh bukan sekadar untuk mengisi pengajian, tetapi juga untuk mengakui posisi penting Aceh dalam sejarah Islam di Nusantara.

    “Saya datang untuk mengakui bahwa semua versi sejarah menulis Islam pertama itu ada di Aceh,” ujarnya.

    Kajian bertajuk Spesial Rabu Maghrib itu dijadwalkan dimulai pukul 18.55 WIB dan akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Masjid Raya TV, Radio Baiturrahman, serta RRI.

    Berdasarkan catatan yang beredar, ini merupakan kali pertama Gus Baha hadir dan memberikan kajian di Masjid Raya Baiturrahman, ikon sejarah dan peradaban Islam di Aceh.

    Gus Baha dikenal sebagai salah satu ulama ahli tafsir Al-Qur’an di Indonesia. Ia merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Lembaga Pembinaan, Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (LP3IA) Narukan, Rembang, Jawa Tengah.

    Semasa muda, ia menimba ilmu dan berkhidmah kepada almarhum KH Maimun Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang. Sosok yang dikenal luas karena keluasan ilmunya ini juga merupakan putra dari Kiai Nursalim al-Hafizh, seorang ulama penghafal Al-Qur’an.

    Meski sempat ditawari untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, Gus Baha memilih tetap di Indonesia untuk berkhidmat di pesantrennya. Sejak wafatnya sang ayah pada 2005, ia melanjutkan kepengasuhan LP3IA Narukan.

    Selain aktif di pesantren, Gus Baha juga dipercaya sebagai Ketua Tim Lajnah Mushaf Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang beranggotakan sejumlah profesor dan ahli Al-Qur’an dari berbagai daerah di Indonesia.

    Ia juga dikenal produktif menulis, di antaranya kitab tentang rasm Usmani yang merujuk pada karya klasik al-Muqni’ karya Abu ‘Amr Usman bin Sa’id ad-Dani. Selain itu, ia turut menyusun Tafsir Al-Qur’an versi UII yang dikontekstualisasikan dengan realitas Indonesia tanpa mengubah keaslian teks Al-Qur’an.

    Dikenal dengan kesederhanaannya—sarung, kemeja putih, dan peci hitam—Gus Baha selalu menyampaikan kajian dengan gaya lugas, ilmiah, dan mudah dipahami.

    Kehadiran Gus Baha di Masjid Raya Baiturrahman diperkirakan akan menarik ribuan jamaah. Selain sebagai agenda keagamaan, momentum ini juga dinilai memperkuat posisi Aceh sebagai daerah dengan jejak sejarah Islam yang panjang dan kuat di Nusantara.[]

    Komentar
    Additional JS