0
News
    Home 1 Abad NU Berita Featured Mujahadah Kubro Nahdhatul Ulama Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Ajak NU Jaga Persatuan: Berbeda Boleh, Tapi Ujungnya Harus Bersatu - Kompas TV

    5 min read

     

    Prabowo Ajak NU Jaga Persatuan: Berbeda Boleh, Tapi Ujungnya Harus Bersatu



    Presiden Prabowo dalam pidatonya di acara Mujahadah Kubro dalam rangka Peringatan Hari Lahir Satu Abada Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

    JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengajak pemimpin-pemimpin Nahdlatul Ulama dan semua pihak untuk selalu menjaga persatuan.

    Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya di acara Mujahadah Kubro pada Peringatan Hari Lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur sebagaimana dipantau dari Breaking News Kompas TV, Minggu (8/2/2026).

    “Pelajaran sejarah, tidak ada bangsa yang kuat, tidak ada bangsa yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun,” ucap Prabowo.

    “Oleh karena itu, saya selalu mengajak semua unsur mari kita bersatu, boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat, tapi di ujungnya semua, pemimpin Indonesia semua, pemimpin masyarakat, harus rukun.”

    Baca Juga: Prabowo: Setiap Kali Negara dalam Keadaan Bahaya, NU Tampil untuk Menyelamatkan

    Presiden Prabowo mengatakan, sejarah manusia mengajarkan bahwa tidak mungkin ada kemakmuran tanpa perdamaian. Serta tidak mungkin ada perdamaian jika pemimpin-pemimpin tidak rukun.

    “Para pemimpin di setiap eselon, pemimpin politik, pemimpin ekonomi, pemimpin intelektual, semuanya harus berpikir, berjuang mengabdi untuk kepentingan rakyat Indonesia semuanya,” kata Prabowo.

    Menurut Presiden Prabowo, pemimpin juga tidak boleh punya rasa dendam apalagi benci, iri dengki, dan mencari-cari kesalahan pihak lain.

    "Tidak boleh pemimpin punya dendam, tidak boleh pemimpin punya rasa benci, tidak boleh pemimpin punya rasa dengki, tidak boleh pemimpin selalu mencari-cari kesalahan pihak lain,” ucap Prabowo.

    Baca Juga: Prabowo Mengaku Berada di Tengah NU Membuatnya Lebih Berani Bela Rakyat Indonesia

    "Guru-guru kita, kiai-kiai kita, leluhur kita mengajarkan selalu mikul duwur Mendem Jero. Tidak boleh ada rasa benci, tidak boleh ada rasa dendam. Berbeda tidak masalah, sesudah berbeda cari persatuan, cari kesamaan, musyawarah untuk mufakat, itu kepribadian bangsa Indonesia."

    Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro


    Komentar
    Additional JS