Khutbah Jumat: Teguh Bersama Al-Qur’an - Lirboyo
Khutbah Jumat: Teguh Bersama Al-Qur’an
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Baca juga: Khutbah Jumat: Mari Mendidik Anak dengan Baik
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jumat Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Takwa adalah tembok paling kuat dan terbaik dalam menghadapi badai kehidupan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam, yang telah meninggalkan warisan paling berharga bagi kita agar tidak tersesat selamanya.
Saat ini kita hidup di masa yang penuh dengan ujian dan krisis. Baik itu krisis ekonomi, krisis moral, maupun fitnah-fitnah pemikiran yang seringkali membuat hati gelisah dan akal menjadi bingung. Dalam situasi yang tidak menentu ini, banyak orang kehilangan arah, merasa putus asa, dan terombang-ambing dalam ketidakpastian.
Lalu, di manakah kita harus mencari pegangan? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam dalam Khutbah Wada’ telah memberikan kunci keselamatannya:
“Telah aku tinggalkan di tengah kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh padanya, kalian tidak akan tersesat setelahnya: Kitab Allah (Al-Qur’an).” (HR. Muslim)
Lalu, mengapa Al-Qur’an menjadi sumber keteguhan yang paling utama saat krisis?
Kurang lebih ada beberapa alasan mengapa al-Qur’an bisa menjelma sebagai sumber keteguhan. Di antaranya adalah:
1. Al-Qur’an adalah Penenang Hati yang Sedang Berguncang
Dalam krisis, yang pertama kali goyah adalah hati. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan “obat” bagi jiwa yang sedang sakit.
2. Memberikan Perspektif yang Luas (Hikmah di Balik Musibah)
Al-Qur’an mengubah cara kita memandang masalah. Jika tanpa iman kita melihat ujian sebagai “kehancuran”, Al-Qur’an mengajarkan bahwa ujian adalah “pembersihan”. Allah berfirman: “Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: ‘Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.’ Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu menambah iman dan ketundukan mereka.” (QS. Al-Ahzab: 22).
3. Menyediakan Peta Jalan Melalui Kisah Para Nabi
Saat kita merasa sendirian dalam penderitaan, Al-Qur’an menghibur kita dengan kisah-kisah para nabi terdahulu. “Dan semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu…” (QS. Hud: 120).
Melalui Al-Qur’an, kita sadar bahwa kita tidak sendirian. Penderitaan kita tidak sebanding dengan ujian para kekasih Allah, namun akhir dari kisah mereka selalu indah bagi mereka yang bersabar.
Baca juga: Khutbah Jumat: Intropeksi Bagi Para Suami
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Betapa malangnya manusia yang menghadapi krisis dunia namun kehilangan akses terhadap Al-Qur’an. Mereka seperti berlayar di tengah badai tanpa jangkar dan kompas. Al-Qur’an memperluas pandangan kita yang sempit; bahwa sesempit apa pun dunia, ada akhirat yang sangat luas. Bahwa satu celupan di surga akan menghapus semua kepedihan yang pernah kita rasakan di dunia ini.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Baca juga: Khutbah Jumat: Pernikahan di Bulan Syawal
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jumat Rahimakumullah
Sebagai penutup, marilah kita merenungkan satu peristiwa besar: wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Inilah krisis dan kesedihan terbesar sepanjang sejarah umat Islam. Bahkan sahabat sehebat Umar bin Khattab pun sempat terguncang.
Namun, Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu berdiri dengan tegar membacakan satu ayat: “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul…” (QS. Ali Imran: 144).
Seketika itu juga, para sahabat menangis dan seolah baru tersadar dari guncangan hebat. Inilah kekuatan Al-Qur’an; ia mampu meneguhkan kaki yang gemetar dan menyatukan hati yang hancur.
Agar Al-Qur’an benar-benar menjadi bekal kita dalam menghadapi krisis, marilah kita melakukan tiga hal:
- Membiasakan Interaksi (Tilawah): Jangan biarkan hari-hari kita berlalu tanpa membaca Al-Qur’an, meski hanya beberapa ayat.
- Berusaha Memahami (Tadabbur): Bacalah artinya, pahami maksudnya, dan jadikan doa-doa di dalamnya sebagai senjata utama kita.
- Belajar secara Bertahap: Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur agar lebih mudah meresap dan meneguhkan hati.
Semoga Allah menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya di hati kita, penghibur dalam kesedihan, dan petunjuk dalam setiap krisis yang kita lalui.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْواتِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo